Jakarta-hariandialog.co.id-19 Agustus 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) meluncurkan Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal Selasa ( 19/8 ) di Jakarta.
Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal digelar sebagai langkah nyata memperkuat pelindungan masyarakat, meningkatkan kewaspadaan publik, dan menegaskan komitmen kolektif seluruh otoritas, kementerian/lembaga, serta industri jasa keuangan menghadapi maraknya penipuan digital (scam) dan aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.
Peluncuran Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Hasan Fawzi, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Eddy Hartono, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi, dan Ketua AFTECH Pandu Sjahrir.
Selain itu Anggota Satgas PASTI terdiri dari 21 kementerian/lembaga yaitu OJK, Bank Indonesia, Kemendagri, Kemenlu, Kemenag, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kemenkum, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kemensos, Kemendag, Komdigi, Kemenkop, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hililirisasi, BSSN, BNPT, Kejaksaan Agung, Kepolisian, BIN dan PPATK.
Mahendra Siregar menegaskan, kampanye nasional momentum penting bersinergi meningkatkan kewaspadaan masyarakat semakin maraknya kasus penipuan keuangan digital atau scamming meningkatkan literasi keuangan masyarakat mendorong keterlibatan aktif industri jasa keuangan.
“Keberhasilan memberantas scam dan aktivitas keuangan ilegal ini hanya bisa dicapai dengan sinergi kuat, literasi luas, serta komitmen ekosistem. Melalui kampanye kita ingin membangun ekosistem keuangan tidak hanya lebih aman, juga lebih inklusif dan berkeadilan,” ujar Mahendra.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan digital di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan modus makin kompleks, terorganisir,menyasar lapisan masyarakat melalui berbagai platform digital.OJK bersama Satgas PASTI membentuk IASC pusat penanganan penipuan (scam) menggunakan transaksi di sektor keuangan, dengan metode penanganan cepat dan berefek-jera.
Data Laporan Scamming
Berdasarkan laporan terkini IASC hingga 17 Agustus 2025, tercatat masuk 225.281 laporan diterima; 139.512 laporan dari korban melalui pelaku usaha dan diteruskan ke IASC, 85.769 laporan korban langsung ke sistem IASC. Sebanyak 359.733 rekening terverifikasi, dengan 72.145 rekening telah diblokir.Kerugian dana korban mencapai Rp 4,6 triliun, dan Rp 349,3 miliar dana berhasil diblokir.
Data ini menegaskan betapa seriusnya ancaman scam terhadap masyarakat dan urgensi kolaborasi antar-otoritas serta industri dalam mempercepat penanganan laporan, pemblokiran rekening, dan pelacakan pelaku.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya meningkatkan literasi dan kewaspadaan masyarakat sebagai garda terdepan melawan scam.
Ada tiga hal kunci dalam kampanye nasional . Pertama, sinergi lintas sektor antara regulator, pelaku industri, pemerintah, dan media. Kedua, edukasi dan literasi publik sebagai benteng pertama perlindungan. Ketiga, partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kampanye nasional anti-scam ini sebagai gerakan kolektif.
“Ini merupakan bentuk komitmen kita semua mendukung Asta Cita Pemerintah, dengan bersama-sama di Indonesia AntiScam Center ini, kita melakukan kolaborasi upaya preventif dan penindakan,” kata Friderica.
Menteri Komdigi Meutya Hafid mengharapkan agar kinerja dan kolaborasi telah terjalin bisa menjadi lebih efektif juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada serta lebih berhati-hati dalam bertransaksi.
“Kerja ini bukan dimulai hari ini, tapi sudah sejak sepuluh bulan lalu saat Ketua OJK pertama kali berdiskusi mengenai Anti-Scam Center. Alhamdulillah hari ini sudah beroperasi baik. Dengan itu, kita bisa bekerja lebih cepat lagi, dan kesadaran masyarakat tetap penting yaitu melindungi diri, dan segera laporkan bila terjadi apa-apa,” ujar Meutya.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi juga meminta masyarakat korban scam untuk segera melaporkan keluhannya, “Jika terlambat, transaksi dan perpindahan dana sudah berjalan sangat cepat. Karena itu, laporan korban sangat penting untuk pelacakan. BSSN terus membantu bersama Kominfo melacak akun-akun dan URL yang digunakan pelaku scam,” tegas Nugroho.
Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan, fokus BNPT pada pendanaan terorisme, yang digunakan untuk propaganda maupun rekrutmen,“ Dengan bergabung di Satgas PASTI, mitigasi lebih kuat. Hari ini Kampanye Nasional Berantas Scam, memudahkan mendukung Asta Cita Presiden dituangkan dalam RPJMN 2021–2029,” kata Eddy.
Ketua AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan Kampanye terobosan baru mengingat betapa kritisnya masalah scam. Isu ini sudah menjadi persoalan sosial yang besar. Kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan pemerintah sangat dibutuhkan. Kami berharap dukungan dan sosialisasi dari media agar gerakan ini terus berjalan,” tegas Pandu.
Kampanye Nasional Berantas Scam ini menegaskan 4 langkah utama diusung Satgas PASTI bersama IASC, yaitu:Pencegahan melalui literasi dan kampanye masif yang berkelanjutan. Percepatan penanganan laporan melalui strategi co-location di IASC mempercepat pemblokiran rekening dan penyelamatan dana korban.Penegakan hukum melalui koordinasi erat antar-otoritas dan lembaga penegak hukum.Kolaborasi internasional dengan lembaga global untuk menghadapi kejahatan keuangan lintas negara. ( NL )
