Jakarta, hariandialog.co.id
Operasi Zebra adalah sebutan dari kegiatan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan surat-surat mengemudi dari para pemakai mobil dan motor dan menindak pelanggaran lalu lintas. Operasi tersebut mengambil nama dari Jalur/Perlintasan Zebra, salah satu fitur dari jalan raya.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga mengumumkan telah mengadakan Operasi Zebra selama dua pekan. Korlantas Polri memberlakukan Operasi Zebra 2023 pada 4 hingga 17 September 2023. Operasi Zebra yang diadakan Korlantas Polri itu berlaku serentak di seluruh Indonesia.
Hal tersebut seperti terlihat Dialog di wilayah Jalan Raya Kalibata tepatnya di kolong bawah Flyover Rawajati Kalibata, masih banyak masyarakat yang tidak taat peraturan berlalu lintas seperti melawan arah. Terbukti dengan banyaknya yang terjaring razia di hari pertama pelaksanaan operasi Zebra Jaya 2023 tersebut yang dilakukan personil Lantas Polres Metro Jakarta Selatan yang dipimpin Oleh Kanit Lantas Iptu Deny, Jum’at (22/09/23) pagi.
Adapun yang menjadi sasaran dari operasi tersebut yakni para pengendara yang tidak menggunakan helm, kelengkapan dokumen, penggunaan telepon genggam aat berkendara, bonceng tiga, melawan arah dan pengendara di bawah umur.
Disela-sela Operasi Iptu Deny menjelaskan kepada Dialog mengatakan, “Kita sudah sampaikan ke pihak Guru kalau pelajar belum punya SIM, jangan dulu bawa motor. Sebaiknya menggunakan transportasi umum, supaya terhindar dari laka lantas dan kena sanksi dari Kita” ujarnya.
Menurutnya, Guru dan orang tua memiliki peran penting untuk mengatasi pemicu laka lantas untuk para pelajar atau anak di bawah umur.
“Jika orang tua tidak memberikan kendaraan kepada anaknya yang masih sekolah, sang anak juga tidak menggunakannya, otomatis ini kembali ke kesadaran masyarakat, ” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan 2.939 personel pada gelaran Operasi Zebra 2023, yang digelar mulai 18 September sampai 1 Oktober 2023.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi Ario Seto mengatakan, terdapat 1.349 personel dari Satuan Tugas Daerah. Sedangkan 1.590 dikerahkan dari Satuan Tugas Polres. “Operasi ini melibatkan personel dari Satuan Tugas Daerah yaitu 1.349 personel, dan dari Satuan Tugas Polres itu 1.590 personel,” ujar Suyudi, di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/09/2023).
Suyudi mengatakan, operasi ini menjunjung tinggi disiplin masyarakat dalam berkendara.”Operasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Selain itu, operasi ini juga bertujuan menunrunkan angka kecelakaan di Ibu Kota. “Selanjutnya adalah menurunkan angka kecelakaan,” ujarnya.(Rizky)
