Bogor, hariandialog.co.id.- Belum lama ini Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi datang untuk melihat bangunan di atas lahan tempat
wisata Hibisc di Puncak, Bogor yang menyalahi aturan dan merasa sedih
karena penyalahgunaan lokasi.
Untuk itu, Dedi Mulyadi perintahkan agar dibongkar
semuanya dan nantinya setelah rata agar ditanami pohon “Nah ini
belum selesai. Hari ini sudah ditanam, bukan nanti. Hari ini bawa
2.300 pohon untuk di tanam,” kata Gubernur Jawa Barat itu.
Nantinya total akan ada 23 ribu pohon yang ditanam di lahan
seluas 23 hektar itu. “Kalau di sini satu hentar 1.000 pohon. Jadi di
sini 23 hektare, berarti 23.000 pohon yang ditanam pohon hutan,”
katanya.
Dedi menetapkan target pembongkaran bangunan tak berizin di
kawasan wisata Hibisc Fantasy, Puncak, Bogor selesai sebelum lebaran.
Tetapi pembongkaran yang dilakukan harus sesuai dengan regulasi yang
ada. “Kalau saya ingin sebelum lebaran sudah selesai. Tetapi kan
prosedur hukumnya berjalannya berapa lama, kita tunggu keputusan
Bangunan Villa di Empat Lokasi Segel
Menindaklanjuti dampak bangunan-bangunan di kawasan Puncak
yang menjadi sumber dari banjir besar dihilir, pemerintah kini
menyegel vila-vila di sana.
Kementerian Kehutanan dan Kementerian ATR/BPN melakukan
penyegelan kepada empat vila di sana yang telah berdiri di kawasan
huta produksi. Penyegelan itu sebagai upaya untuk menyelamatkan hulu
Daerah Alira Sungai (DAS) Ciliwung yang merupakan kawasan resapan air.
“Pada hari ini kami dari dua kementerian; Kementerian
Kehutanan dan Kementerian ATR/BPN melakukan olah TKP lapangan terkait
dengan upaya kita untuk mengevaluasi dan melihat kembali
bangunan-bangunan ataupun kegiatan-kegiatan di hulu DAS Ciliwung,”
kata Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kementerian
Kehutanan, Yazid Huda, dikutip dari detiknews, Minggu, 9 Maret 2025.
“Hari ini dari tadi pagi kita sudah melakukan empat
lokasi pemasangan papan larangan (penyegelan) yaitu yang pertama di
Villa Forest Hill, kemudian Vola Seaford Afrika, Vila Cemara, dan Vila
Pinus,” dia menjelaskan, tulis dtc (abira-01)
