
MAJALENGKA.harian dialog.Seorang warga kurang mampu mengeluhkan pelayanan di RSUD Cideres setelah cucunya yang sakit tetap diminta membayar biaya perawatan meski telah menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Enju (58), warga Desa Gandu, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit tersebut. Ia mengatakan cucunya, Keket (4),u sempat dirawat di ruang Ketilang RSUD Cideres karena sakit.
Menurut Enju, sejak awal dirinya sudah menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan Pemerintah Desa Gandu. Namun, pihak rumah sakit disebut tidak menerima surat tersebut.

“Dari awal saya sudah tunjukkan SKTM dari desa, tapi kata pihak kasir tidak berlaku. Kami diminta bayar Rp1.800.000 kalau cucu saya mau pulang,” ujar Enju dengan nada kecewa.
Ia menyebutkan, petugas yang menolak SKTM tersebut adalah salah satu bagian kasir berinisial FN. Karena tidak memiliki uang sebanyak itu, Enju mengaku harus berusaha meminjam uang ke sana kemari.
“Karena cucu saya tidak bisa pulang kalau belum bayar, saya pinjam uang ke sana sini. Tapi yang terkumpul hanya Rp850 ribu, sisanya tetap harus dibayar,” katanya.

Enju yang juga anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kecamatan Dawuan mengaku sangat menyayangkan sikap rumah sakit terhadap masyarakat miskin.
Menurutnya, masyarakat yang benar-benar tidak mampu seharusnya tetap mendapatkan pelayanan dan kebijakan dari pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah.
“Kami orang kecil sangat berharap ada kebijakan. Kalau sudah ada SKTM dari desa, seharusnya bisa membantu masyarakat yang tidak mampu,” tuturnya.sabtu (7/2)
Enju juga meminta perhatian dari Bupati Majalengka, Eman Suherman, agar memberikan kebijakan bagi warga miskin yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Kami mohon kepada Pak Bupati agar ada kebijaksanaan bagi masyarakat tidak mampu. Jangan sampai orang miskin kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Direktur RSUD Cideres dr.Harizal F.Harahap.MM hingga saat ini tidak bisa di hubungi walhasil belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan keluarga pasien tersebut.(Mochamad)
