
Jakarta,hariandialog.co.id.- Pelaksanaan pekerjaan saluran U Dith di Jalan Matraman Raya Kecamatan Matraman, Jakarta Timur (Jaktim) kurang elok dipandang mata. Dimana terkesan pemasangannya atau pekerjaannya asal jadi tanpa mengutamakan kwalitas.
Selain itu proyek tersebut tidak memakai papan proyek sehinga menyulitkan masyarrakat untuk ikut mengawasi pekerjaaan yang dibiayai dari uang negara tersebut. Padahal masyakarat punya peran melakukan wasmas (Pengawasan Masyarakat-red) terhadap proyek yang dikerjakan melalui anggaran atau uang negara.
Bukti tidak adanya papan proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui sumber dana pekerjaaannya, apakah menggunakan APBD atau ABPN, dan juga tidak mengetahui spek, serta masa pengerjaan proyek. Selain itu Masyarakat tidak mengetahui siapa pihak ketiga (Pelaksana proyek) dan nilai anggaran proyek tersebut.
Dari hasil amatan Dialog, di lokasi, proyek pemasangan U Dith nya tanpa memakai lante kerja juga rongga samping tak memakai bahan sirtu.
Ketiga Dialog bertanya kepada pekerja di lokasi selama dua kali, pengawas dan pimpinan proyek tidak ada di tempat terkecuali para pekerja. Pekerja mengatakan kepada Dialog, bahwa pimpinan dan pengawas proyek sedang tidak ada di tempat.
Sementara sumber Dialog yang tidak ingin disebut nama dirinya, mengatakan pekerjaan proyek saat ini asal main kerja saja, karena pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan pelaksana proyek telah memintakan proyek tersebut mendapat pendampingan dari Kejaksaan. “Dasar ini lah yang kerap dijadikan KPA dan pelaksana poroyek tidak lagi takut atas kontrol media, dan juga wasmas,” kata sumber itu.
Sementara itu ketika hal proyek tersebut hendak dikonfirmasi beberapa kali kepada Kasudin SDA Jaktim, Wawan Kurniawan maupun Saugi Zikris ST selaku PPK Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, menurut sekuritinya mengaku bernama Abdulrahman tidak ada di kantornya. (Hnb)
