
BANDUNG, hariandialog.co.id – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, dinilai sukses menjadi motivator dan penggerak ekosistem pertanian jagung di Jawa Barat. Keberhasilan ini berdampak langsung pada lonjakan produksi jagung nasional sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Desember 2025, produksi Jagung Tongkol Kering Panen (JTKP) di Jawa Barat mengalami kenaikan tajam sebesar 44,67 persen. Angka produksi yang sebelumnya 1.008.750 ton pada tahun 2024, melonjak drastis menjadi 1.459.402 ton pada tahun 2025.
Faktor Kunci Keberhasilan:
- Optimalisasi Lahan: Pemanfaatan lahan produktif seluas 19.387 hektare dan Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 1.827 hektare.
- Peran Kepolisian: Polda Jabar aktif melakukan pendampingan kepada petani padi untuk mendiversifikasi lahan dengan komoditas jagung.
- Sinergi Ekosistem: Kolaborasi efektif antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani.
“Polda Jabar berhasil menjalankan peran sebagai penggerak ekosistem pertanian. Peningkatan produksi ini adalah hasil nyata dari Program Pemanfaatan Lahan Produktif yang kami galakkan,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Rabu (7/1/2026).
Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga terbukti meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Barat melalui diversifikasi komoditas yang menguntungkan. Kapolda optimistis Jawa Barat akan terus menjadi pilar utama penopang produksi jagung nasional di masa depan.(Nagon)
