Jakarta, hariandialog.co.id.- Juru Bicara Mahkamah Agung (MA)
Prof.Dr. Yanto, SH,MH, menyatakan beban kerja hakim agung dan ad hoc
yang ada saat ini akan makin berat buntut efisiensi anggaran
pemerintah.
Hal ini disebabkan MA kemungkinan tak bisa melakukan seleksi
calon hakim agung atau ad hoc setelah anggarannya kena pangkas.
“Intinya pengaruhnya ya menambah beban kerja para hakim agung,” kata
Juru Bicara MA Yanto di Kantor MA, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2025.
Juru Bicara MA itu menjelaskan 100.000 perkara lebih akan
ditangani oleh hakim yang ada saat ini. Namun, dia optimistis para
hakim tetap bisa menjalankan tugas walaupun beban kerja lebih berat
dengan anggaran biaya seadanya.
“Hanya mungkin sidangnya bisa lembur, bisa tiap hari seperti
itu,” katanya.
Komisi Yudisial jadi salah satu lembaga yang terdampak
kebijakan efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden Prabowo
Subianto. Anggaran KY dipangkas 54 persen dari pagu anggaran Rp184
miliar.
Salah satu dampaknya, KY tak bisa melaksanakan seleksi
calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA, tulis cnni (bing-01).
