Jakarta, hariandialog.co.id.- – Calon presiden nomor urut 1 Anies
Baswedan mengatakan rencana perpindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara
atau IKN hanya akan meninggalkan setumpuk masalah di Jakarta. Sikap
Anies ini berbeda dengan sikap dua calon presiden lainnya yaitu
Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang sama-sama menyatakan
mendukung proyek IKN.
Ekonom yang juga Direktur Institute for Demographic and Poverty
Studies (Ideas) Yusuf Wibisono menyetujui sikap Anies Baswedan.
Menurutnya, masalah di Jakarta memang semestinya diselesaikan bukan
dengan cara memindah ibu kota.
“Menanggalkan status ibu kota dari Jakarta karena masalah yang
menggelayutinya, adalah tidak bertanggungjawab, lari dari kenyataan,”
kata Yusuf dalam keterangannya kepada Tempo pada Kamis, 14 Desember
2023.
Sebagai salah satu megapolitan terbesar di dunia, kata Yusuf, Jakarta
memang memiliki banyak persoalan pelik, terutama akibat arah
pembangunan kota yang terlalu materialistik. Jakarta hanya menjadi
ruang-ruang kapital atau engine of growth.
“Namun Jakarta berhak dan layak mendapatkan dukungan untuk
bertransformasi menjadi the inclusive public city. Menghapus kesalahan
masa lalu membutuhkan waktu dan konsistensi kebijakan, Jakarta pantas
mendapat kesempatan dan dukungan untuk menjadi kota hijau, cerdas dan
berkelanjutan, livable city,” ujar Yusuf.
Dengan dukungan yang memadai, ujar Yusuf, Jakarta memiliki peluang
besar untuk bertransformasi menjadi ‘Kota Dunia Untuk Semua’. “Dengan
segala potensi dan kelebihan yang disandang Jakarta, memindahkan ibu
kota secara tergesa-gesa mengundang tanda tanya besar,” ucap Yusuf.
Sebelumnya, pada acara debat pertama calon presiden di Gedung KPU,
Selasa malam, 12 Desember 2023, Anies mengungkapkan Jakarta memiliki
masalah mulai dari lingkungan hidup, lalu lintas, hingga kepadatan
penduduk.
Apabila itu ditinggalkan dengan memindahkan ibu kota ke IKN, maka kata
dia, masalah di Jakarta tidak akan otomatis terselesaikan. “Kalau ada
masalah jangan ditinggalkan, diselesaikan,” kata Anies saat merespons
pertanyaan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo tentang rencana
pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN)
Pemerintah Indonesia, kata Anies, jangan sampai meniru pemerintah
kolonial Belanda yang memindahkan pusat pemerintahan ketika ada
masalah.
Dia mengatakan awalnya pemerintah kolonial Belanda berpusat di daerah
Kota Tua, Jakarta. Tetapi karena di wilayah itu permukaan tanahnya
turun, mereka memindahkan ke arah selatan dan membangun pusat
pemerintahan di sekitar kawasan yang sekarang berdiri Monumen Nasional
(Monas).
Oleh karena itu, Anies mengatakan permasalahan di Jakarta harus
diselesaikan antara lain dengan mengatasi masalah transportasi umum
dan menambah pembangunan taman. “Dan itu dikerjakan untuk membuat
Jakarta menjadi kota yang aman nyaman,” kata dia tulis tempo.
Pemilihan presiden pada 2024 nanti akan diikuti oleh tiga pasangan
calon. Pasangan calon nomor urut 1 adalah Anies Baswedan-Muhaimin
Iskandar. Pasangan calon nomor urut 2 adalah Prabowo Subianto-Gibran
Rakabuming Raka. Sedangkan pasangan nomor urut 3 adalah Ganjar
Pranowo-Mahfud Md. (dika).
