Jakarta,Dialog –Sejak diberlakukannya program Makan Bergizi Gratis(MBG)yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, guna meningkat mutu dan gizi anak didik agar sehat dan kuat, tetapi masih terjadi sejumlah anak didik mengalami keracunan usai mengkonsumsi MBG.
Dan hal itu terjadi di sejumlah daerah hingga masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Seperti dari catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) seperti dikatakan Presiden Prabowo kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusma, pada Sabtu (27/9/25) saat tiba dari lawatan selama 7 hari dari luar negeri, bahwa hingga per 21 September 2025 keracunan MBG telah memakan korban 6.452 anak didik.
Terjadinya keracunan usai mengkonsumsi MBG, hal itu membuat sebagian orang tua anak didik ‘menolak’ MBG diberikan kepada anaknya, dan sebagian juga minta agar uang MBG diberikan kepada orang tua anak didik yang akan digunakan membeli makanan anaknya untuk di bawa ke sekolah. Terlepas dari hal tersebut, sejatinya Badan Gizi Nasional dan pemerintah harus-lah serius dan segera membenahi pengelolaan MBG guna mencegah terulangnya keracunan MBG.
Pihak BGN dan pemerintah pusat juga harus melibatkan pemerintah daerah guna terlibat langsung mencari akar masalah (penyebab) terjadinya MBG mengandung bakteri yang menyebabkan yang mengkonsumsi-nya mengalami keracunan, sakit perut, mual-mual, dan pusing. BGN dan Pemerintah harus lebih serius melakukan pengawasan di lapangan.
Segala masalah dalam maladministrasi yang terjadi di dalam program MBG harus diselesaikan bila penting diproses hukum jika perbuatan baik itu pemasok sayur-sayuran, makanan, beras, dan bahan lainnya tidak sesuai dengan kontrak perjanjian. Dan SPPG juga yang asal-asalan dalam mengelolah MBG juga harus ditindak dan diberhentikan tanpa pandang bulu karena kita harus memikirkan kesehatan dan nyawa anak didik yang paling penting dan utama dalam pelaksanaan program MBG.
Seperti dikatakan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan, saat ini sudah berdiri 9.615 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Indonesia, dan sebanyak 31 juta anak didik sebagai penerima manfaat.
Namun keberadaan SPPG tersebut apakah sudah memenuhi standar operasional procedure (SOP) seperti diharapkan, agar jangan terfokus untuk mengejar kuantitas tetapi terabaikan kualitas. Jadi pembenahan dalam berbagai hal harus segera dilakukan demi program MBG yang “mulia” itu jangan ternoda oleh kasus keracunan dan juga rentan dipolitisasi orang-orang yang tidak senang dengan pemerintah.
Masih Ada Sederet Masalah di Program MBG Seperti
Ombudsman Republik Indonesia dalam hasil temuannya menemukan sejumlah masalah dalam program MBG. Seperti dikatakan Anggota Ombusman, Yeka Hendra Fatika, masih adanya sejumlah masalah dalam program MBG, termasuk dalam hal maladministrasi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Jaringan Pemantau Pendidkan Indonesia, yang mengakibatkan terjadinya keracunan usai mengkonsumsi MBG.
Maka guna menghindari terulangnya keracunan MBG, dan juga guna mencegah timbulnya jumlah korban akibat keracunan MBG, maka dalam hal ini BGN dan pemerintah harus serius membenahi pengelolaan MBG baik itu dari hulu hingga hilir.
Surat Perjanjian untuk Rahasiakan Keracunan
Masalah lagiadanya pihak SPPG di Kepulauan Bintan yang ‘memaksa’ Kepala SDN 006 Seri Kuala Loban untuk membuat surat perjanian untuk merahasiakan insiden keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal tersebut seperti dibenarkan Kepala SDN 006 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Humam Mukti yang menjadi viral di media sosial. Hal ini sejatinya tidak boleh terjadi, dan ini menjadi masalah dalam program MBG juga.
Anak Didik Keracunan usai Konsumsi MBG
Anak didik yang alami keracunan usai mengkonsumsi MBG terjadi di mana-mana, seperti 11 orang di SD Inpres Liliba, Kupang. Selain itu 20 siswa diduga kuat keracunan MBG di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Empat siswa SMPN 1 Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa (23/9/2025).
Keracunan masal diduga bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jawa Barat, seperti Garut dan terbaru di Bandung Barat. Di Bandung Barat, ratusan pelajar dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA menjadi korban keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG. Mereka sebagian besar merasakan gejala mual, muntah-muntah, dan pusing.
Sebanyak 7 Siswa SMA di Sunter Diduga Keracunan MBG usai mengkonsumsi MBG.
Dugaan keracunan usai mengkonsumsi sajian MBG sudah terjadi sejak beberapa hari dimulainya program MBG. Namun anehnya hingga September ini masih terjadi.
Presiden RI Prabowo Subianto Minta Jangan Dipolitisasi
Siswa yang menjadi korban keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian bertambah. Khususnya di daerah Kabupaten Bandung Barat, yang paling banyak mencatat korban hingga mencapai 1.333 orang per Minggu, 28 September 2025.
Pemerintah setempat telah menyatakan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Presiden Prabowo pun angkat suara soal program yang merupakan realisasi dari janji kampanyenya dahulu. “Saya
baru dari luar negeri 7 hari, saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan beberapa pejabat, kita akan diskusikan,” kata Prabowo saat berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 27 September 2025. dikutip dari detikNews.
Menurut Prabowo, hambatan dan rintangan dalam menyukseskan program ini sudah tentu ada. Mengingat, program MBG menyasar jutaan anak se-Indonesia. “Untuk memberi makan sekian juta, pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi,” katanya.
Prabowo juga menyebut bahwa kejadian ini sebagai masalah besar. Bagaimana tidak, catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan kasus keracunan MBG telah memakan korban 6.452 anak (per 21 September 2025.) “Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal, tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” tegas Prabowo. Dia juga meminta agar kasus MBG jangan dipolitisasi.
Empat Instruksi Kepada Kepala BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut ada sejumlah instruksi dari Presiden Prabowo mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia telah dipanggil oleh Presiden terkait kasus-kasus keracunan menu MBG.
Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, terkait MBG
Peningkatan Tata Kelola.
Dadan mengatakan, Prabowo menyampaikan keprihatinan atas insiden-insiden yang terjadi. Ia menyebut Prabowo memerintahkan peningkatan tata kelola SPPG untuk mencegah keracunan berulang.
Meminta Koki Terlatih dan Adanya Alat Rapid Test.
Prabowo meminta agar SPPG memiliki koki yang terlatih. Ia juga meminta dapur yang memproduksi menu MBG dilengkapi dengan alat rapid test untuk mengecek kualitas makanan.
Instruksi Jamin Sterilisasi
Prabowo menginstruksikan setiap SPPG mempunyai alat sterilisasi food tray. Ia juga memerintahkan SPPG harus memasang filter air untuk menjamin kualitas air yang digunakan.
Memasang CCTV
Prabowo meminta supaya SPPG dilengkapi CCTV yang terhubung langsung ke pusat. Ia berharap langkah tersebut dapat memperkuat kualitas layanan dan memastikan program pemenuhan gizi nasional berlangsung lebih aman dan terpercaya, tulis dtc. (bing)
