Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk berupaya menyalurkan jatah kredit usaha rakyat (KUR)
jelang akhir kuartal ketiga 2022. Corporate Secretary Bank BRI Aestika
Oryza Gunarto menyatakan optimistis tahun ini dapat menyalurkan semua
plafon KUR 2022 sebesar Rp 254,1 triliun. “Hingga Agustus 2022 BRI
telah menyalurkan KUR sebesar Rp 164,25 Triliun kepada 4,3 juta
nasabah atau setara 64,64% dari target tahun ini,” paparnya kepada
Kontan.co.id pada pekan lalu.
Lanjutnya, mayoritas penyaluran KUR BRI disalurkan
kepada sektor produksi yang hingga mencapai 57,88% dari total
penyaluran KUR BRI per Agustus 2022. Ia mengatakan BRI telah
menyiapkan Strategi selective growth dalam penyaluran KUR. Selaras
dengan strategi penyaluran kredit BRI secara umum. “Selain itu BRI
akan memanfaatkan hyperlocal ecosystem dengan fokus pada ekosistem
desa, pasar kelompok usaha dan komoditas tertentu. BRI juga terus
melakukan pemberdayaan melalui digitalisasi, yakni dengan platform
PARI, Localoka dan Pasar.id,” tambahnya.
Untuk menjaga kualitas KUR yang disalurkan, BRI menerapkan
strategiselective growth. Disamping itu BRI juga membuat sektor sektor
prioritas dalam penyaluran KUR, seperti perdagangan dan pertanian. BRI
juga terus memperkuat penggunaan data analytic untuk memperkuat proses
credit underwriting serta meningkatkan success rate restrukturisasi.
“Hal tersebut berdampak positif terhadap kualitas KUR yang disalurkan,
dimana hingga Agustus 2022 NPL KUR BRI tercatat dikisaran 1,42%,”
katanya seperti ditulis kontan.id.
Strategi lain untuk meningkatkan penyaluran KUR di tahun
2022 yakni melalui optimalisasi ekosistem ultra mikro, yang saat ini
menjadi new source of growth bagi BRI. “Terbentuknya ekosistem ultra
mikro yang mengintegrasikan seluruh layanan keuangan BRI, Pegadaian
dan PNM ke dalam suatu ekosistem besar akan memperkuat peran BRI dalam
mendukung pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat, khususnya
segmen mikro dan segmen ultra mikro,” pungkasnya. (diah).
