Jakarta,hariandialog.co.id.-Dalam memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang ditetapkan setiap tanggal 28 November, Korps Adhyaksa dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengadakan penanaman 28 pohon Tabebuys pada lahan 41.000 meter persegi di Taman Causarina Ciepadak, Jagakarsa, Jaksel, Senin (28/11/22).
Acara penanaman pohon tersebut dikatakan Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Ade Sofyansyah kepada wartawan melalui releas-nya, Senin (28/11/22).
Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Dr Reda Manthovani, dalam sambutannya mengatakan, penanaman pohon ini merupakan komitmen bersama sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim.
“Penyebab utama dari perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi,” ujar Reda Manthovani didampingi oleh Ketua IAD wilayah DKI Jakarta Ny. Syuastriwijaya Reda Manthovani.
Menurut Reda, melalui proses fotosintesis, pohon menyerap CO2, menyimpan karbon dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.“Ada banyak manfaat jangka pendek maupun jangka panjang yang bisa didapatkan dengan menanam pohon,” katanya.
Agenda penanaman pohon juga diilanjutkan dengan pelepasan ikan, dan pelepasan burung di Fasilitas lapangan olahraga jogging track, arena bermain anak, bangku taman dan gazebo yang dibangun dalam taman Causarina.
Hal itu dimaksudkan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan alam dan lahan melalui penanaman pohon.
Pohon mempunyai peran yang sangat penting bagi makhluk hidup. Pohon menjaga suhu bumi tetap dingin, menyerap karbon dan menyaring polusi udara.
Pohon juga memitigasi bencana alam dengan mengatur cuaca, menstabilkan tanah, melindungi tanaman, dan mengurangi peluang penyebaran patogen antara hewan dan manusia.
Kegiatan penaman pohon tersebut juga dihadiri Asintel Setiawan Budi Cahyono S, Aspidum Anang supriatna, Aspidmil Kolonel Daswanto, dan Kajari Jaksel Syarief Sulaeman Nahdi, Kajari Jaktim Ardito Muwardi, Kajari Jakut Atang Pujiyanto, dan Kajari Jakbar Dr. Iwan Ginting. (Het)
