Jakarta, hariandialog.co.id.- Menurut estimasi epidemiologis
UNAIDS 2024, secara global pada 2023, tercatat 1,3 juta infeksi HIV
baru dan 630.000 kematian terkait AIDS. Di Indonesia, meski ada
kemajuan, tantangan besar tetap ada.
UNAIDS Country Director untuk Indonesia, Dr Muhammad
Saleem mengungkapkan, saat ini sebanyak 30,3 juta dari 39,9 juta orang
yang hidup dengan HIV di seluruh dunia menerima terapi antiretroviral
(ARV). “Namun, hanya 48 persen anak-anak yang hidup dengan HIV yang
berhasil mencapai viral suppression,” ujar Saleem dalam rilisnya, Rabu
(4/12/2024).
Saleem melihat, persoalan stigma dan diskriminasi masih
menjadi hambatan besar dalam penanganan HIV. “Tanpa tindakan yang
segera, infeksi HIV baru akan meningkat, dan respons terhadap HIV akan
menjadi tidak berkelanjutan secara finansial pada tahun 2030. Oleh
karena itu, edukasi masyarakat dan advokasi kebijakan yang lebih
inklusif menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Pers dan Pergantian Kekuasaan Artikel Kompas.id Di
Indonesia, hingga September 2024, sebanyak 71 persen orang yang hidup
dengan HIV (ODHIV) mengetahui status mereka, 64 persen sedang dalam
pengobatan ARV, dan hanya 49 persen yang memiliki viral load yang
tersupresi. “Kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus
dilakukan untuk meningkatkan akses layanan, terutama bagi populasi
kunci,” ungkap dr Ina Agustina Isturini,
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
(P2PM) Kementerian Kesehatan. Tantangan penanganan HIV/AIDS Ina
mengungkapkan tantangan utama dalam penanganan HIV di Indonesia
meliputi meningkatnya jumlah populasi kunci, serta kurangnya akses ke
layanan kesehatan yang memadai. “Pemberian paket pencegahan, termasuk
kondom dan PrEP, belum optimal, dan tidak semua kabupaten/kota
memiliki komunitas yang dapat menjangkau kelompok populasi kunci,”
ujar Ina.
Sebagai respons, penjangkauan populasi kunci oleh
komunitas telah dilakukan di 178 kabupaten/kota, dengan pemberian
paket pencegahan di 95 kabupaten/kota. Selain itu, tes HIV mandiri
dengan menggunakan Oral Fluid Test juga diperkenalkan untuk
meningkatkan deteksi dini.
Sementara itu, Bella Aubree, Koordinator nasional dari
Inti Muda Indonesia menyoroti pentingnya pengembangan pedoman teknis
untuk tes HIV bagi remaja di bawah 18 tahun, sesuai dengan Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022.
Pembahasan yang dihadiri para pemimpin di bidang
kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan ini
disampaikan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia. Acara ini
menyoroti pencapaian penting serta langkah-langkah yang diperlukan
untuk mencapai target ambisius 95-95-95 yang ditetapkan untuk
mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030. (pitta-01).
