Jakarta, hariandialog.co.id.- — Bene Dion Rajagukguk akan kembali
dengan film baru setelah Agak Laen 2. Ia kini siap kembali ke layar
lebar melalui proyek film musikal keluarga Batak bertajuk Pulang
Kampung.
Film yang diproduksi Imajinari ini dijadwalkan memulai proses
pengambilan gambar pada 23 April mendatang dengan fokus lokasi di
Pulau Samosir.
Dipa Andika, selaku produser, menjelaskan mayoritas adegan
dalam film ini akan menonjolkan keindahan alam Sumatera Utara. Dari 26
hari masa produksi, tim hanya menghabiskan lima hari di Jakarta,
sementara 21 hari sisanya dilakukan di Pulau Samosir.
“Kami akan syuting kurang lebih 90 persen akan ada di daerah
Samosir dan sekitarnya,” ujar Dipa Andika saat konferensi pers di
Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 17 April 2026
Film ini juga menandai keterlibatan penyanyi legendaris Judika
yang akan beradu akting dengan dua talenta muda jebolan Indonesian
Idol Season 13, Vanessa Simorangkir dan Axelo Nababan.
Judika pun menyambut antusias proyek yang berlatar di kampung
halamannya tersebut. “Iya, aku dapat info dari Bene, walaupun aku
belum tahu di mana syutingnya tapi yang pasti di kampung aku. Jadi
kalau musikal Batak enggak ada Judika kayaknya kurang Batak dia, jadi
harus diajak ya ketua,” ungkap Judika sembari berseloroh.
Di sisi lain, Ernest Prakasa yang juga bertindak sebagai
produser membagikan tantangan teknis dalam mencari lokasi syuting yang
selaras dengan visi sutradara. Menurutnya, perjalanan antarlokasi di
daerah tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang dan menantang.
“Kami sudah melakukan beberapa kali kunjungan untuk cari lokasi, untuk
datang untuk bikin shot block-nya kayak apa,” tutur Ernest.
“Sebenarnya, travelling-nya sih lumayan ya tiga sampai enam
jam, tapi yang masalah bukan jaraknya, yang masalah adalah cara
mengemudi (para driver Batak),” ucapnya.
Film berlatar keluarga Batak ini turut menambah deret film
dengan tema serupa yang ditulis dan digarap Bene Dion, selaku penulis
dan sutradara. Pulang Kampung juga bukan menjadi film bertema Batak
pertama yang diproduksi Imajinari.
Ernest juga menegaskan bahwa pemilihan tema Batak dalam film
ini didasari oleh kekuatan alur cerita dan visi Bene Dion, bukan
sekadar memanfaatkan antusiasme masyarakat Batak terhadap karya seni
sukunya.
Ia menilai kesuksesan sebuah film komersial tetap bergantung
pada kualitas naskah, bukan hanya latar belakang budayanya. “Betul
orang Batak punya kecintaan yang tinggi terhadap karya-karya seni dari
sukunya, tapi juga tidak semudah itu. Kalau teman-teman mau cek, film
Batak sepanjang 2025, cek aja angka penontonnya berapa persen yang
beneran berhasil secara komersial, jadi memang tidak sesederhana itu
tentunya,” jelas Ernest.
“Jadi, tentu tidak mungkin kami membuat film karena oh ini
film tentang Batak, orang Batak pasti senang nonton, enggak sesimpel
itu. Jadi karena kita believe sama visinya Bene, makanya kami mau
repot-repot membuat ini,” lanjutnya.
Pulang Kampung akan mengikuti perjalanan Daniel (Axelo
Nababan), seorang pemuda Batak kelahiran Jakarta yang terpaksa pulang
ke kampung halaman ayahnya untuk mencalonkan diri sebagai caleg.
Di sana, ia bertemu dengan Uli (Vanessa Simorangkir), gadis
lokal yang perlahan membukakan matanya terhadap kekayaan budaya tanah
Batak.
Pulang Kampung direncanakan tayang tahun ini di bioskop, tulis cnni. (hij-01)
