Jakarta, hariandialog.co.id.- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPLS) PT Garuda Indoesia Airlines, Kamis, 8 Oktober 2026, menunjuk
Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama (Dirut) menggantikan
Glenny H Kairupan.
Sementara Glenny H Kairupan menjadi Komisaris Utama (Komut)
menggantikan Fajar Prasetyo
“Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat
momentum perbaikan kinerja Garuda, seiring pertumbuhan pendapatan,
pemulihan armada, dan penyusutan kerugian,” tulis manajemen GIAA dalam
keterangan resmi, Kamis (8/10/2026).
Manajemen menuturkan bahwa kesinambungan transformasi menjadi
perhatian untuk memastikan pemulihan bisnis terus diikuti penguatan
kondisi keuangan dan operasional perusahaan.
Sebelum menjabat wakil direktur utama, Thomas merupakan Komisaris
Independen Garuda Indonesia pada 2023–2024. Pengalaman di tingkat
pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan
serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
Sebelum bergabung dengan jajaran direksi Garuda, Thomas tercatat
pernah menjabat sebagai Chief Risk Officer Indonesia Investment
Authority atau INA pada 2024–2025. Perjalanan kariernya juga mencakup
posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing
Director di KV Asia Capital.
Thomas menempuh pendidikan bidang keuangan di NYU Stern School of
Business dan meraih gelar MBA dari University of Chicago Booth School
of Business.
Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut relevan dengan
kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal. Pemulihan armada dan
pengembangan jaringan memerlukan keselarasan keputusan keuangan,
operasional, dan komersial agar tambahan kapasitas turut memperkuat
pendapatan serta arus kas perusahaan.
Selain pergantian pucuk pimpinan, posisi Direktur Komersial Garuda
Indonesia diisi oleh Alan McIntyre, yang memiliki pengalaman sebagai
Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and
Commercial Officer di Jetstar.
Pada jajaran Dewan Komisaris, Jaan Albrecht dan Trey Urbahn ditunjuk
sebagai Komisaris Independen. Jaan memiliki rekam jejak sebagai CEO
Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance. Sementara itu,
pengalaman Trey mencakup peran penasihat dan pengawasan di sejumlah
perusahaan penerbangan, termasuk Spirit Airlines, Etihad Airways,
serta TAP Air Portuga
“Keterlibatan profesional internasional dapat dipahami dalam konteks
kebutuhan kompetensi untuk menjalankan transformasi maskapai yang
beroperasi di industri global,” tambahnya.
Harapannya, pengalaman dari berbagai pasar diharapkan memperkaya
pertimbangan bisnis dan penerapan praktik industri yang relevan dengan
kebutuhan Garuda serta karakteristik pasar Indonesia, tulis bisnis.
(nasya-01)
