
Jakarta,hariandialog.co.id – Perjuangan pecatur muda Indonesia IM Aditya Bagus Arfan (2405) yg meraih sudah Norma Grandmaster pertamanya masih punya peluang masuk tiga besar di 6 babak yg tersisa.
Melihat perolehan point Aditya yg sudah mengumpulkan 4 MP dari enam babak babak , ( tiga kali menang dua remis dan satu kali kalah) peluang untuk tampil jadi juara pertama semakin berat namun peluang tersebut masih terbuka khususnya masuk tiga besar seperti target awal.
Dalam catatan sejarah PB PERCASI dua pecatur yang pernah menorehkan TINTA EMAS di kancah tingkat dunia catur remaja tercatat dua nama yang berhasil mengibarkan Merah putih di ajang catur bergengsi tersebut.
35 tahun lalu tepatnya tahun 1989 di kota Aguadilla Puerto Rico Pecatur jenius asal Bangkalan Jawa Timur Irwin Irnandi tampil cemerlang di KU-10 disusul sukses pecatur putri Samantha Edithso asal Bandung, 29 tahun kemudian juga di catur KU 10 – World Youth Chess Championship (WYCC), Tahun 2018 di Belarusia dan Spanyol di Catur cepat G-10.
Samanta mencetak 8.5 MP dari 9 babak yang dipertandingkan ( HD/ Hansen Siregar WN)
