
Yogyakarta, hariandialog.co.id –
Kementerian UMKM bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sepakat membebaskan listing fee atau bea administrasi bagi UMKM yang memasok produk ke jaringan ritel modern.
Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Jambore Kumitra 2026 di Teras Malioboro, Yogyakarta, Jumat (17-07-2026). Aprindo menaungi lebih dari 500 perusahaan ritel modern di Indonesia.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, kebijakan ini untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing UMKM.
“Kami ingin UMKM potensial tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga mampu masuk ke ritel modern, perhotelan, industri, hingga pasar digital,” ujar Helvi.
Pembebasan biaya administrasi merupakan implementasi PP No 29 Tahun 2021 tentang Perdagangan yang mendorong penguatan kemitraan usaha mikro dengan usaha besar.
Dalam Jambore Kumitra 2026, KemenUMKM juga menggelar business matching UMKM dengan 10 perusahaan besar dan jaringan ritel nasional. Potensi komitmen transaksi tercatat Rp7,155 miliar. Selain itu ada seminar literasi digital dan program Juragan UMKM.
Data KemenUMKM menyebut DIY memiliki sekitar 345 ribu UMKM. Teras Malioboro 1 disebut sebagai contoh penataan kawasan dan pendampingan usaha yang berhasil.
Pemerintah juga memperkuat ekosistem UMKM melalui SAPA UMKM, KUR, Pro-Kesra Produktif, dan PLUT KUMKM. Pada kesempatan itu Helvi meresmikan PLUT KUMKM DIY, Sleman, dan Kulon Progo. PLUT DIY akan bertransformasi menjadi BLUD bernama Balai Layanan Usaha Terpadu. “Saya berharap ketiga PLUT menjadi rumah bersama bagi UMKM untuk memperoleh layanan pengembangan usaha, memperluas kemitraan, meningkatkan kapasitas, dan memperkuat akses pasar,” ujarnya.
Agenda program Kumitra disambut positif pelaku UMKM. Rafelino Sutan Aghe pemilik Kalfis mengaku bisa masuk Indomaret setelah menandatangani Letter of Intent. Clara Yanti Suryani pemilik Mr. Telo dan Hanum Wahyu Wibisono pemilik KhumKhum juga merasakan kemudahan akses pasar ritel modern. “Kehadiran Pak Wamen UMKM ke Yogyakarta memberi motivasi dan semangat tambahan bagi kami. Harapannya, pasar bagi pedagang seperti saya semakin luas dan omzet meningkat,” tandas Hanum. (zal)
