Banda Aceh, hariandialog.co.id.- — Polisi menemukan pecahan kaca yang
diduga berasal dari molotov saat menyelidiki kasus terbakarnya Gedung
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) usai bentrok
antarmahasiwa, Banda Aceh, Kamis (21/5) dini hari.
Barang bukti tersebut diamankan bersama batu, kayu, serta
kendaraan yang terbakar di lokasi kejadian. “Barang bukti dari lokasi
terbakarnya Fakultas Pertanian diantaranya batu, kayu, sepeda motor
dan mobil yang terbakar serta pecahan kaca yang diduga dari bom
Molotov,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda
Dizha Fezuono kepada wartawan, Sabtu (23/5).
Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 15 saksi terkait
insiden tersebut. Para saksi terdiri dari 13 mahasiswa, satu dosen,
dan satu pelapor dari pihak fakultas. “Sebanyak 15 saksi telah kami
mintai keterangan terkait kejadian terbakarnya gedung serta fasilitas
lainnya di Fakultas Pertanian USK,” kata Dizha.
Menurut Dizha, polisi bersama tim identifikasi juga akan
melakukan uji Laboratorium Forensik terhadap sejumlah barang bukti
yang ditemukan di lokasi.
Dalam kejadian itu, tiga unit sepeda motor, satu unit mobil,
serta pos satpam turut terbakar. Polisi juga menemukan dua mahasiswa
Fakultas Teknik mengalami luka-luka. Kerugian akibat insiden tersebut
ditaksir mencapai Rp20 miliar.
Merespons apa yang terjadi, Rektor Universitas Syiah Kuala
(USK) Prof Mirza Tabrani mengajak semua pihak di kampus itu dapat
menjaga kondusivitas pascakerusuhan yang terjadi antarkelompok
mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi itu.
Ia mengimbau kepada seluruh civitas akademika dapat menahan
diri dari tindakan maupun hal-hal lainnya yang berpotensi memperkeruh
situasi dengan tetap mengedepankan komunikasi yang persuasif, santun,
dan konstruktif tulis dtc. (alfi-01)
