Balige,hariandialog.co.id-Kajari Tobasa, Baringin Pasaribu SH.MH., yang juga merupakan Ketua Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem), pada Selasa (8/6/21) melakukan kunjungan kerja ke masyarakat Parmalim yang berada Huta Halasan Sionggang Selatan, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).
Pada kunjungan kerja tersebut, Ketua Bakor Pakem Tobasa, disambut dengan adar Batak dan juga diulosi sebagai bentuk tradisi Batak yang memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Kajari Tobasa tersebut.
Kajari Tobasa yang sebelumnya menjabat Kajari Landak itu ingin lebih tahu secara mendalam bagaimana mengenai kehidupan sosial dan juga masyarakat Ugamo Malim (Parmalim) dalam menjaga dan mempertahakaqn agama kepercayaan yang dianut Parmalin.
Perlu diketahui bahwa Ugamo Malim merupakan kepercayaan yang tua yang dianut ‘Bangso Batak’. Ugamo tersebut sudah ada dan dianut jauh sebelum Agama Kristen maupun Islam datang ke Tanah Batak.
Pada kesempatan tersebut, Dewan Pembina Parmalim Bale Pasogit Partonggoan Huta Halasan, Halasan Sirait menbacakan mengenai sejarah ringkas berdirinya Parmalim Huta Halasan, Desa Sionggang Tengah, berikut perjuangan keberdirian gedung peribadatan Bale Pasogit Partonggoan, dan beberapa gedung lainnya yang terletak di samping kiri dan kanan gedung peribadatan sebagai pertanda dan symbol Trinitas Ugama Parmalim.
Pada intinya, penganut ugamo malim (Parmalim) khusunya yang ada di Huta Halasan tersebut sangat begitu bangga dengan keberadaan mereka meskipun jumlahnya tidak seberapa, tetapi mereka siap sedia mempertahankan Ugamo Malim, dan siap menerima arahan dan bimbingan dari para Raja (Pemangku jabatan pemerintahan) dalam hal sosialisasi hukum dan undang undang demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indoneisa dalam keberagamannya.
Hal tersebut juga ditegaskan oleh Jintar Naipospos yang merupakan Raja Namora (pemangku tatanan Ekonomi Umat) yang juga Ulu Punguan umat Parmalim Sibadihon. (Het)
