Jakarta, hariandialog.co.id.- Keberingasan Israel belum menunjukkan
tanda-tanda mereda. Negeri zionis ini terus melakukan pemusnahan
massal di Gaza, Palestina.
Kabar dari beberapa kantor berita internasional, sejak Oktober 2023,
Israel telah membunuh 60.430 warga sipil di Gaza. Selain itu, ada
sebanyak 148.722 penduduk Gaza lainnya yang mengalami luka-luka, mulai
ringan hingga berat.
Di antara para korban meninggal, ada sebanyak 662 atlet dan
keluarganya yang ikut kehilangan nyawa. Dari jumlah itu, 421 merupakan
pesepak bola.
Kabar terakhir dari beberapa media internasional, sebanyak 238
jurnalis ikut menjadi korban. Hilangnya nyawa jurnalis di Gaza ini
ikut mengundang perhatian Ketua Dewan Pers, Prof Komaruddin Hidayat.
Menurut Komaruddin, negara-negara besar yang ikut mendukung Israel,
harus ikut bertanggung jawab. “AS telah menelanjangi dirinya sebagai
negara yang harus bertanggung jawab secara moral dan politik atas
tragedi kemanusiaan ini,” papar dia kepada Indonesiainside.id, Selasa,
12 Agustus 2025, di Jakarta.
Dia mengimbau masyarakat dunia yang peduli pada kemanusiaan dan
keadilan agar bersuara keras serta memprotes tragedi ini. Masyarakat
dunia juga harus tetap menunjukkan simpati pada warga Palestina yang
menjadi korban kebiadaban Israel.
Atas nama insan per Indonesia, dewan Pers mennyatakan duka yang
mendalam terhadap terbunuhnya 238 jurnalis di gaza. “Kami terpukul
dengan keganasan yang ditujukan pada wartawan,” ungkap Komaruddin.
Dia menambahkan, jurnalis bekerja untuk menyebarluaskan berita
kebenaran menuju kehidupan dunia yang lebih adil dan beradab. Bagi
dia, wartawan adalah profesi yang mulia yang ikut mendidik masyarakat
berpikir kritis dan objektif.
Ia meminta jangan sampai wartawan dikriminalisasi. Jangan sampai pula
membunuh wartawan dalam upaya membungkam suara kebenaran yang dianggap
mengganggu penguasa zalim, tulis indonesiaset.(Arf-aluka)
