
Majalengka.hariandialog.co.id- Lembaga kursus bahasa Arab Daar el Lughoh el Arobiyah dibawah naungan Yayasan Bisyri As Sholihin Majalengka kembali melaksanakan program Daurah Lughah Al-Arobiyyah angkatan ke 3 berkolaborasi dengan Santri Pedia. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Menghadirkan suasana belajar yang mirip dengan Kampung Arab Pare Kediri, kegiatan ini menarik banyak peserta dari berbagai kalangan, termasuk santri Pondok Pesantren Daarul Atqiya Maja Majalengka,Rabu(29/1).
Awalnya program dirancang hanya berlangsung selama tujuh hari. Namun, karena semangat tinggi peserta, kegiatan diperpanjang hingga sepuluh hari. Bahkan, beberapa peserta menyatakan kesediaannya jika program dilanjutkan hingga satu bulan penuh . “Ternyata belajar bahasa Arab itu menyenangkan,” ujar salah seorang peserta.
Dengan bimbingan para tutor ahli, termasuk lulusan Al-Azhar Cairo, Mesir, serta metode pembelajaran yang interaktif, para peserta semakin bersemangat dalam belajar.
Salah satu pengajar sekaligus Mudiroh Lembaga kursus Bahasa Arab Ustadzah Yanti Nurnianti, M.Pd mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi para peserta. “Saya salut dengan semangat mereka. Meskipun banyak yang awalnya awam Bahasa Arab, mereka yang belajar dengan sungguh-sungguh akan bisa melebihi yang sudah biasa” tuturnya.
Pengasuh ponpes Darul Atqiya Sindangkerta K.H. Dedi Mulyadi S.Ag,. MM menyampaikan saat acara penutupan memberikan pesan inspiratif kepada para peserta. “Santri selain harus bisa ngaji kitab, juga harus pandai berbahasa Arab. Bahasa adalah jendela dunia. Gus Dur adalah contoh nyata seorang santri yang mampu menjadi ulama dunia karena menguasai berbagai bahasa,” ujar mantan ketua PC.NU penuh semangat.
Selain itu, Zalaludin Asabti, salah satu tutor sekaligus founder Santri Pedia, juga memberikan motivasi kepada peserta. “Bahasa Arab itu mudah, asal kita mau belajar dengan sungguh-sungguh dan yakin. Saya berharap suatu hari Majalengka bisa menjadi Kampung Arab,” ungkap Zalaludin.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi awal kebangkitan pembelajaran bahasa Arab yang lebih masif di Majalengka, sekaligus menginspirasi lebih banyak santri untuk tidak hanya memahami kitab, tetapi juga mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab secara aktif.”
Kegiatan Dauroh ini merupakan angkatan ke 3 setelah sebelumnya diikuti Santri Ponpes Darul Hikmah dan Darul Falah Cijati (2022), santri Mansyaul Huda Manyiqo Al ghorbiyyah Heuleut Kadipaten Majalengka 2023) dilaksanakan di camp Dauroh Jl. Makam Mbah Hj. Siti Fatimah No.13 Lingk. Dahlia RT 02/02 Kelurahan Cijati Majalengka. Satu-satunya LP yang terus melaksanakan kegiatan ini untuk mengenalkan bahasa Arab baik gramer maupun muhadatsah.(Ayub).
