
Bandung Barat, hariandialog co.id– Berlokasi di Desa Neglasasari Kecamatan Cipongkor ,Kabupaten Bandung Barat( KBB) SMP Negeri 2 Cipongkor menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tive 4 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat tahun 2024. Bantuan ini digunakan untuk renovasi serta pembangunan gedung fasilitas baru dengan sistem Sewakelola tipe 4. Semenjak berdirinya Sekolah pada tahun 2000, ini baru pertama kali sekolah menerima bantuan dengan nilai yang cukup signifikan dari Dinas Pendidikan “Disdik” Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Komite SMP Negeri 2 ‘Cipongkor H.Ahmad , yang juga menjadi Ketua pelaksana pembangunan kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa Sekolah menerima rehabilitasi untuk tiga ruang kelas, satu ruang Laboratorium IPA, satu fasilitas MCK, serta pembangunan ruang baru untuk Laboratorium Komputer serta Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
“Kami sangat bersyukur karena akhirnya SMP Negeri 2 Cipongkor mendapatkan bantuan besar untuk renovasi. Dengan adanya rehabilitasi dan pembangunan baru ini, kami berharap siswa dapat menikmati fasilitas yang lebih baik untuk mendukung proses belajar mengajar,” kata H. Ahmad kepada hariandialog co.id pada Selasa (8/10/2024) sa’at meninjau lokasi rehabilitasi ruang Kelas.
H.Ahmad kami atas nama panitia pelasana serta jajaran Sekolah mengucapkan terima kasi atas terleasisasi batuan “DAK” Fisik tive 4 ini kepada di Disdik Bandung Barat SMPN 2 Cipongkor ditahun ini” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama”Nanan Suherman, M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cipongkor, yang diwakili oleh seorang guru wakil Kepala Sekolah ( Wakepsek) tidak luput juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. ” Sangat berterima kasih atas renovasi ini, yang tentunya akan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami, bantuan DAK ‘Fisik ini,mengacu kepada usulan Dapodik hingga direalisasi” ujarnya.
Dalam proses pelaksanaannya, H. Ahmad menambahkan bahwa pengerjaan dilakukan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), tepat waktu, dan dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban yang transparan.
“Walaupun pembayaran termin kedua belum cair, kami tetap berupaya berkoordinasi dengan pihak Toko material agar terus mensuplai kebutuhan material, sehingga pekerjaan dapat berjalan lanjut supaya lancar tidak terkendala.
Komite Sekolah berharap bantuan serupa dapat diberikan di masa depan untuk memenuhi kebutuhan renovasi masih ada delapan ruang kelas lainnya. Beberapa kelas yang belum di renovasi kini berada dalam kondisi memprihatinkan, dengan lantai keramik yang retak, dinding yang mulai keropos, plafon yang berlubang, dan atap yang bocor di kawatirkan siswa yang ada diruangan dalam melaksanakan belajar tertimpa matrial sudah rapuh.
Dengan rehabilitasi ruang kelas sedang dilaksanakan, diharapkan para Siswa didik dapat meningkakajan mutu pendidikan.Belajar dengan nyaman dan mampu meningkatkan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) semangat baik siswa didik maupun tenaga pedidik kalo prasarananya sudah menuny jang. (Nagon)
