
Denpasar, hariandialog.co.id -Kinerja Industri Kasa Keuangan ( IJK ) di Bali tetap terjaga pasca berakhirnya stimulus relaksasi kredit dengan indikator keuangan tumbuh membaik di semua IJK di Bali. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mendorong peningkatan akses pembiayaan sektor pertanian dan pengembangan UMKM untuk pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu diungkapkan Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, dalam High Level Meeting (HLM) TPAKD se-Provinsi Bali dipimpin Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra dihadiri Pimpinan Daerah koordinator dari 9 Kabupaten/Kota, Bank Indonesia,Kanwil Dirjen Pebendahaan, dan pimpinan LJK di Bali, mengimplementasikan program kerja TPAKD Provinsi Bali dan TPAKD 9 Kabupaten/Kota se Bali, Selasa ( 9/7) di Denpasar.
“ Kepercayaan masyarakat dan investor terhadap kondisi ekonomi di Bali terus membaik ditunjukkan meningkatnya pertumbuhan kredit secara yoy didorong peningkatan nominal kredit Investasi sebesar Rp5,25 triliun (porsi kredit: 29,74 persen) atau tumbuh 19,69 persen yoy (Mei 2023: 5,50 persen yoy) diiringi peningkatan kredit Korporasi sebesar 13,85 persen yoy (Mei 2024) lebih tinggi dibanding peningkatan periode sama tahun lalu tercatat sebesar 2,27 persen yoy (Mei 2023), “ terang Puji.
Puji menjelaskan, melalui perluasan akses keuangan kepada petani dan UMKM diberharapkan pertumbuhan perekonomian di Bali tidak hanya bertumpu sektor pariwisata juga sektor pertanian jadi prioritas pembangunan Pemrov.Bali dan UMKM penggerak perekonomian.
Semua TPAKD se-Bali telah melakukan tugas dengan baik perlu dukungan pemimpin daerah berkomunikasi efektif antar OPD didukung anggaran memadai yang diatur Permendagri Nomor 84 Tahun 2022,” kata Kristrianti Ia mengajak anggota TPAKD se-Bali berkolaborasi mengoptimalkan pencapaian program kerja TPAKD menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Bali.
Program kerja TPAKD di Provinsi Bali tahun 2024 disusun mendukung program pengembangan sektor ekonomi prioritas di Provinsi Bali yaitu sektor pertanian dalam arti luas melalui Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) dan sektor UMKM melalui program UMKM Bali Nadi Jayanti. K/PSP merupakan kredit/pembiayaan mencakup proses bisnis praproduksi hingga pasca produksi sektor pertanian, khususnya sub sektor pertanian tanaman pangan dan sub sektor peternakan dengan karakteristik terintegrasi, aman, dan inklusif kolaboratif, yang dalam implementasinya disesuaikan kebutuhan dan kondisi daerah. Sedangkan program UMKM Bali Nadi Jayanti merupakan pendampingan dan pengembangan prioritas UMKM perempuan dan disabilitas.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra meewakili Pj Gubernur Bali, apresiasi seluruh TPAKD Bali, “Kolaborasi TPAKD di Bali diorkestrasi Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali berjalan sangat baik hingga perekonomian Bali tetap tumbuh dan kembali ke posisi sebelum Covid-19,” tambah Dewa.Program TPAKD khususnya K/PSP bermanfaat untuk petani juga mendukung ketersediaan pasokan dan kestabilan harga pangan di Bali.
Kedua program prioritas TPAKD, antara lain perluasan akses keuangan pelajar melalui Satu Rekening Satu Pelajar-Satu Sekolah Satu Agen Laku Pandai (Kejarku Pandai), Desa Ekosistem Keuangan Inklusif, KKN Literasi dan Inklusi Keuangan di 40 desa di Bali bersama Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha, Pengembangan Ekonomi Daerah di Jembrana, serta edukasi bersama Satgas Pasti dan Satgas Pemberantasan Perjudian Daring. ( nani)
