
JAKARTA, hariandialog.co,id – Grand Master Tournament 2024 telah menjadi sorotan besar bagi para pecinta catur di seluruh dunia. Salah satu peserta yang sangat dinanti adalah GM Eugenio Torre,(2425) legenda catur Filipina yang masih menunjukkan ketajamannya di atas papan catur, meskipun telah berusia 73 tahun.
Dikenal dengan julukan “The Iron Man of Asia”, Torre telah mengukir reputasi sebagai salah satu pemain catur terbaik dari generasinya.
Dalam sebuah jumpa pers yang berlangsung di Hotel Century GBK Senayan pada Selasa, (23/4/2024), Torre, didampingi oleh Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya, berbicara tentang reputasi masa lalunya yang kuat dan kedekatannya dengan Indonesia.
Torre, yang datang bersama istrinya yang merupakan mantan Ratu Kecantikan Filipina era 1970-an, menyatakan bahwa Indonesia adalah rumah kedua baginya.
Ia memiliki hubungan baik dengan sejumlah Grandmaster Indonesia, termasuk Edhi Handoko, yang merupakan orang keempat Indonesia yang memperoleh gelar Grandmaster catur.
Torre, yang lahir di Kota Iloilo, Filipina, telah mencapai peringkat dunia tertingginya pada bulan Januari 1983, menempati peringkat ke-20 di dunia dan berada di dalam 100 pemain terbaik dunia (1975 hingga 1992). Meskipun usianya yang sudah lanjut, Torre masih termasuk dalam daftar pemain teratas di Filipina.
Sejak dianugerahi gelar IM pada tahun 1972, Torre cepat naik daun dan menjadi orang Asia pertama yang memperoleh gelar Grandmaster Internasional. Ia meraih prestasi itu pada usia 22 tahun ketika berhasil meraih medali perunggu di papan 1 pada Olimpiade Catur Dunia ke-21 yang diadakan di Nice, Prancis pada tahun 1974.
Torre telah menjadi veteran Olimpiade Catur Dunia selama empat dekade, bermain di setiap Olimpiade sejak tahun 1970 (kecuali tahun 2008), dan menjadi pemain papan atas untuk timnya di setiap Olimpiade antara tahun 1972 dan 2004.
Ia juga memimpin tim Filipina meraih tempat ke-7 pada Olimpiade Thessaloniki 1988, serta memenangkan tiga medali perunggu individu pada Olimpiade.
Selain itu, Torre juga aktif dalam Kejuaraan Tim Asia, meraih tiga medali emas berturut-turut pada tahun 1977, 1979, dan 1981, serta meraih medsli emas lagi pada tahun 1986. Dia juga memenangkan empat medali emas individu berturut-turut dalam periode tersebut.
Prestasi cemerlang Torre termasuk mengalahkan Anatoly Karpov di Manila pada tahun 1976, salah satu dari sedikit kekalahan Karpov selama masa kejayaannya.
Torre juga adalah teman dari Robert James Fischer dan menjadi anggota timnya selama pertandingan Fischer melawan Boris Spassky pada tahun 1992.
Selain bermain catur, Torre juga aktif dalam mendukung dan mengembangkan bakat-bakat muda. Ia mendirikan Yayasan Catur Eugene Torre dan Pusat Catur Eugene Torre, yang bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat tersembunyi dari provinsi-provinsi Filipina.
Ia juga merupakan pelatih awal dari Wesley So, salah satu Grandmaster top dunia saat ini.
Kehadiran Eugenio Torre di Pertamina Grand Master Tournament 2024 telah menjadi sorotan besar, dan banyak yang menantikan penampilannya di turnamen prestisius ini.
Dengan pengalamannya yang luas dan kualitas bermain yang masih tajam, Torre pasti akan menjadi pesaing yang menarik untuk diikuti dalam kompetisi ini.
Menurut Hendry Jamal , dari tujuh pecatur putra yg diturunkan, salah satu dari mereka harus tampil juara
di kelompok putra. Indonesia menurunkan GM Susanto Megaranto (2504), Gm Novendra Priasmoro (2494) IM Yoseph Taher (2445),IM Aditya Bagus Arfan (2407)
IM Azarya Jodi Setyaki (2384), di kelompok putri IM Medina Warda Wardani, WIM Ummi Fisabililah.
Tournamen catur Internasional Pertamina.di ikuti 7 negara, Australia,Vietnam,Mongolia, Filippna, Singapura san Myanmar serta tuan rumah Infobesia berlangsung dengan sistem setengah kompetisi, hingga 1 Mei mendatang
( Hansen Siregar,)
