Bogor, hariandialog.co.id.- – Massa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Se- Bogor menggelar demo di depan Istana Bogor, Jabar, Kamis (22/10/2026).
Puluhan mahasiswa ini berkumpul tepat di depan Istana Bogor dekat Simpang Denpom dan demo berlangsung sampai pukul 16.00 WIB.
Sepanjang aksi, mahasiswa terus berorasi secara bergantian menyuarakan kekecewaannya terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden selama dua tahun ini dari atas mobil komando.
Bakar Ban Bekas dan Aksi Dorong-dorongan
Sebagaian mahasiswa berkumpul di bawah mobil komando.
Aksi dorong-dorongan sempat terjadi antara mahasiswa dengan polisi.
Mahasiswa ini merangsek ingin masuk ke dalam Istana Bogor.
Ban bekas dibakar oleh mahasiswa namun tak berselang lama dipadamkan oleh polisi menggunakan APAR.
Ibu-ibu Naik ke Mobil Komando, Orasi Tentang Karhutla: Saya Sedih, Malu jadi WNI
Saat bersamaan, seorang ibu-ibu tiba-tiba naik ke atas mobil komando.
Sambil menahan tangisnya, ibu-ibu ini langsung berorasi.
Ia menyoroti kejadian yang saat ini terjadi yakni Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di Kalimantan.
Ia sedih sebab pemerintah terlalu menyepelekan kejadian ini.
“Saya setiap lihat berita pemerintah bilang asap itu tidak ber KTP. Saya sedih disana ada saudara-saudara saya. Saya merasa malu jadi warga Indonesia WNI,” teriak ibu-ibu dari atas mobil Komando.
4 Tuntutan
Sementara itu BEM se- Bogor ini membawa beberapa tuntutan.
1. Mendesak Pemerintah Pusat untuk menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional.
2. Menuntut Pemerintah Pusat menyusun kebijakan strategis penyelesaian karhutla yang transparan dan berkelanjutan.
3. Turunkan dan adili Raja Juliantoni dari jabatannya sebagai Menteri Kehutanan.
4. Evaluasi Total 2 tahun Dosa-dosa Rezim Prabowo Gibran :
• Hentikan Komersialisasi Pendidikan dan Sejahterakan Guru.
• Evaluasi Total Progam MBG Secara Transparan dan Berkelanjutan.

DEMO MAHASISWA DI BOGOR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Se- Bogor menggelar demo di depan Istana Bogor, Kamis (22/10/2026). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)
Gelombang Aksi 21-22 Oktober
Gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 21 dan 22 Oktober 2026 merupakan bagian dari gerakan evaluasi dua tahun masa kepemimpinan Prasiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Aksi ini dimotori oleh berbagai elemen masyarakat sipil, aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta koalisi masyarakat.
Aksi tidak hanya terpusat di Jakarta tapi meluas ke berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Malang dan Makassar.
Point tuntutan utama massa aksi yakni: isu lingkungan dan bencana nasional, kebijakan ekonomi dan kesejahteraan, biaya pendidikan dan layanan publik dan demokrasi kebebasan berpendapat, tulis tribune. (brahma-01)
