
Medan,hariandialog.co.id.-Puluhan spanduk raksa bertuliskan “ Kapolrestabes Stop Pencitraan” terpasang di sejumlah titik stratergis, Rabu (29-10-2026) menggegerkan masyarkat Medan.
Pantauan hariandialog.co.id., di lapangan, menemukan sedikitnya 10 spanduk terpasang serentak di lokasi vital, yakni: Depan Kantor Gubernur Sumut, Depan Polda Sumut, Jembatan Layang Jalan Gatot Subroto, Jalan Kapten Muslim, Simpang Jalan Diponegoro, Kantor Walikota Medan, Jalan Sisingamangaraja, Taman Cadika, Jalan Sei Batang Hari, Jalan Ringroad.
Spanduk berwarna hitam-merah tersebut dipasang oleh Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Demokrasi Indonesia Provinsi Sumatera Utara. “Pemasangan spanduk ini tanggungjawab saya sepenuhnya,” kata Paulus Petingatan Gulo, SH, MH di sekretariatnya Jl Candi Mendut No. 2 Medan, Jumat (30 -10- 2026).
Dalam spanduk itu tertulis sindiran keras: “Cita-cita mau jadi selebriti, namun apa daya harus jadi polisi, prestasi kok jarang, diupload “, serta tulisan “Suara Rakyat Bukan Target!” dan wajah Kapolrestabes Medan yang disilang merah.
Ketua DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut, Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., menegaskan aksi ini adalah bentuk protes atas kinerja Kapolrestabes Medan yang dinilai lebih sibuk pencitraan di media sosial (Instagram, Facebook, TikTok, X LIVE) dari pada menyelesaikan masalah keamanan warga Medan.
“Jabatan Kapolrestabes Medan itu jabatan prestisius, tempat rakyat mengadu. Kapolrestabes Medan belum menorehkan prestasi, rasa kebencanaan belum berakhir untuk masyarakat Medan. Kerjanya hanya pencitraan” tegas Paulus.
Paulus juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba menurunkan spanduk aspirasi rakyat tersebut.”Kami ingatkan, jangan coba-coba bungkam suara rakyat. Hari ini 10 kami pasang. Jika 1 spanduk kami diturunkan, maka 100 spanduk lagi akan kami naikkan. Jika 100 diturunkan, 1000 akan kami sebar di seluruh Sumatera Utara,” ancamnya.
Menurutnya, aksi ini bukan untuk menjatuhkan institusi Polri, melainkan untuk menyelamatkan marwah Polri dari oknum pimpinan yang lebih mementingkan konten daripada kinerja.”Kami cinta Polri, kami dukung Polri Presisi. Tapi kami muak dengan pimpinan yang menjadikan jabatan untuk jadi selebriti. Stop pencitraan, mulai kerja nyata untuk masyarakat,” tutupnya.(rel/rt).
