Jakarta, hariandialog.co.id.-. Beberapa karangan bunga nampak berjejer
di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi,
Jakarta Pusat, pada Senin (20/1/2024) pagi. Pantauan Inilah.com di
lokasi, terdapat 7 karangan bunga yang disimpan di depan lobby kantor
kementerian tersebut.
Ucapan di dalam karangan itu beragam. Namun, keseluruhannya
nampak menyoroti sikap arogansi yang diduga dilakukan Mendikti Saintek
Satryo Soemantri Brodjonegoro. Karangan bunga ini diberikan dari para
massa yang mengatasnamakan pegawai yang merasa kecewa terhadap Menteri
Satryo. “Berdiri bersama hari ini, untuk Dikti yang lebih baik,” tulis
salah satu karangan bunga.
Tak hanya itu, ada juga karangan bunga yang mengucapkan
bela sungkawa atas perilaku Menteri Staryo tersebut. “Turut berduka
cita atas matinya nurani dan welas asih menteri kami,”.
Kemudian, ada juga yang menyoroti perilaku menteri
Kemendikti Saintek itu dengan menyebut ‘Bercita-cita menegakkan budaya
kerja egaliter di perguruan tinggi tapi tak pernah dimulai dari diri
pribadi’.
Hingga tulisan ini dibuat, tepat pada pukul 10.41 WIB, para
karangan bunga itu telah dirapikan oleh satpam dan sudah tidak ada
lagi di depan kantor Kemendikti Saintek.
Diketahui, Puluhan orang yang mengatasnamakan diri mereka
sebagai pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemendikti Saintek) menggelar aksi protes di depan kantor kementerian
di Jalan Pintu Senayan, Jakarta, Senin, 20 Januari 2025.
Aksi demo pegawai kementerian ini pertama kali diketahui
dari sejumlah unggahan di akun X @zanatul_91, foto tersebut diunggah
oleh Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri.
Dari sejumlah cuitannya, puluhan pegawai yang melakukan
aksi protes tampak kompak mengenakan seragam hitam. Mereka juga
membawa spanduk bernuansa serupa, berisi kritik tajam terhadap sikap
Menteri Dikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro. “Pak
Presiden, selamatkan kami dari Menteri pemarah, suka main main tampar,
dan main pecat,” tulis salah satu spanduk yang terpajang di depan
kantor Kemendikti Saintek. Foto tersebut diunggah oleh Kepala Bidang
Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri.
Spanduk lain yang dibawa para peserta aksi juga
menyuarakan kritik serupa, mengecam perilaku Menteri Satryo dan
keluarganya. “Institusi negara, bukan perusahaan pribadi Satryo dan
Istri. #lawan! #menteridzalim # paguyubanpegawaidikti,” tulis spanduk
yang dipegang peserta aksi.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari aksi
protes yang dilakukan para pegawai. Inilah.com sudah sempat mencoba
mengonfirmasi ke salah satu pengunggah, Iman Zanatul Haeri. Namun
hingga berita ini tayang, Iman belum merespons, tulis inilahcom.
(nasya-01)
