Jakarta, hariandialog.co.id.- Menteri Komunikasi dan Informatika
(Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan aturan pembatasan penjualan
paket internet fixed broadband akan diterapkan tahun 2024.
Di sela-sela acara Piala Menkominfo yang digelar di GOR
Bulungan, Jakarta, Jumat (2/2/2024) mengungkapkan bahwa regulasi
tersebut saat ini terus digodok dengan pihak-pihak terkait. “Pokoknya,
kita ingin meningkatkan penetrasi kecepatan internet dan pemerataan
akses internet. Ini lagi digodok regulasinya,” ujar Menkominfo Budi
kepada awak media.
Saat ditanya kapan aturan pembatasan paket internet fixed
broadband minimal 100 Mbps itu akan diterapkan, ia menjawabnya
diimplementasikan pada tahun ini. “Tahun ini, tahun ini (diterapkan
aturannya-red),” ungkap Budi.
Wacana kebijakan ini disampaikan Menkominfo Budi Arie
Setiadikepada penyedia layanan fixed broadband atau jaringan internet
tetap untuk jaringan tertutup pada 22 Januari 2023. Upaya Budi ini
agar kecepatan internet Indonesia bisa bersaing dengan negara
tetangga.
Kominfo juga telah mengungkapkan niatan aturan pembatasan
penjualan paket internet fixed broadband minimal 100 Mbps itu kepada
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan operator
seluler yang beroperasi di tanah air.
Sebelumnya, Ooka merilis laporan Speedtest Global Index
pada Desember 2023 bahwa peringkat Indonesia dalam hal internet mobile
dan fixed broadband terbilang lambat, baik di dunia maupun Asia
Tenggara.
Terdapat dua kategori tipe internet yang diukur oleh
Ookla, yaitu internet mobile yang berasal dari layanan seluler dan
fixed broadband atau layanan internet melalui saluran kabel.
Untuk kategori internet mobile, kecepatan internet
rata-rata Indonesia mencapai 24,96 Mbps yang membuatnya naik tiga
peringkat ke posisi ke-97 dari 146 negara di dunia. Dilihat dari
kacamata Asia Tenggara, Indonesia masih belum cukup ngebut
internetnya, kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam,
Filipina, Brunei, Kamboja. Dan, hanya menang dari Myanmar dan Timor
Leste.
Begitu juga di kategori fixed broadband, Indonesia unggul
dari Myanmar dan Timor Leste dan keok dari negara lainnya. Per
Desember 2023, posisi Indonesia melorot dua peringkat menempati
peringkat ke-126 dari 178 negara di dunia. (halim-01)
