
Jakarta, hariandialog.co.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman resmi melantik pejabat baru dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian UMKM, Senin (27-04-2026), di Nareswara Ballroom Lantai 4, Kantor Kementerian UMKM, Jakarta.
Pelantikan tersebut meliputi jabatan Sekretaris Kementerian UMKM dan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan struktur kelembagaan.
Menteri Maman menegaskan bahwa rotasi dan regenerasi jabatan merupakan hal yang normal dalam birokrasi. Menurutnya, pergantian pejabat dilakukan seiring adanya pejabat yang memasuki masa pensiun serta kebutuhan penyegaran organisasi.
“Rotasi ataupun penyegaran struktur ini normatif dan normal terjadi. Kita berharap pejabat baru bisa membawa energi baru serta mendukung percepatan kinerja kementerian,” ujar Maman.
Menteri Maman juga menyebut Kementerian UMKM sebagai kementerian baru hasil pemisahan dari Kementerian Koperasi dan UMKM membutuhkan pejabat berpengalaman dan memiliki jaringan luas di pemerintahan.
Dengan pelantikan ini, tentunya pemerintah berharap percepatan penguatan UMKM nasional semakin optimal, terutama dalam peningkatan rasio kewirausahaan, akses pembiayaan, digitalisasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM yang baru dilantik Loto Srinaita Ginting, seusai pelantikan
menegaskan prioritas utamanya adalah mewujudkan Satu Data UMKM Nasional yang kredibel dan terintegrasi antar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga BUMN.
“Saat ini belum ada satu sistem data UMKM yang diakui bersama. Ke depan, kami ingin menghadirkan data terpercaya sebagai dasar kebijakan keberpihakan kepada UMKM,” ujarnya.
Menurut Loto, data yang akurat akan mempermudah pemerintah dalam menyalurkan program dukungan, pelatihan, pembiayaan, dan kebijakan afirmatif kepada pelaku usaha mikro, kecil, hingga ultra mikro secara tepat sasaran.
Loto yang juga menjadi perempuan pertama yang menduduki Sesmen ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar pembinaan UMKM berjalan lebih efektif.
Sementara itu Pejabat baru Deputi Bidang Kewirausahaan, Riza Damanik, menegaskan bahwa dirinya mendapat amanah besar untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dalam dua dekade mendatang.
Riza, menambahkan, Menteri UMKM menekankan pentingnya peningkatan pendapatan per kapita nasional hingga lima kali lipat, di mana sektor kewirausahaan menjadi salah satu kunci utama.
“Indonesia punya waktu tidak lebih dari 20 tahun untuk menjadi negara maju. Untuk mencapai itu, kewirausahaan harus menjadi penggerak utama ekonomi,” kata Riza.
Tentang jabatan barunya, Rizal mengatakan dirinya akan fokus kerja ke depan tentunya dengan memperkuat semangat kewirausahaan di sektor mikro, kecil, dan menengah, termasuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar tumbuh sebagai unit bisnis yang kuat dan produktif.
Selain itu, Riza menyoroti pentingnya peningkatan akses pembiayaan UMKM. Ia menargetkan rasio kredit UMKM mencapai 25 persen pada 2029, sesuai amanat RPJMN.
“Kami ingin memastikan pembiayaan benar-benar menyasar sektor strategis dan produktif, menciptakan lapangan kerja berkualitas serta nilai tambah ekonomi,” tandasnya. (zal)
