
Denpasar,hariandialog.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 untuk memperoleh data akurat mendukung Pemerintah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Pelaksanaan SNLIK 2025 Provinsi Bali, OJK Provinsi Bali bersama BPS Provinsi Bali melatih Petugas SNLIK Tahun 2025 Provinsi Bali dari 28–30 November 2024 lalu di Denpasar- Bali. Khusus di Provinsi Bali, SNLIK 2025 akan dilaksanakan di tiga wilayah yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 270 orang.
Pelaksanaan kegiatan SNLIK 2025 dijadwalkan akan dilaksanakan mulai 13 Januari hingga 11 Februari 2025 dengan metode wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan Computer Assisted Personal Interviews (CAPI) melalui aplikasi FASIH Mobile.
Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman tentang tata cara dan metodologi pelaksanaan SNLIK kepada petugas survei, serta materi dasar tentang OJK dan lembaga jasa keuangan (LJK) bagian dari materi survei.
Kepala OJK Provinsi Bali diwakili Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Bali Rony Ukurta Barus menjelaskan, SNLIK untuk mengetahui Indeks Literasi dan Inklusi keuangan masyarakat, mengukur efektivitas program edukasi dan literasi keuangan serta memberikan masukan kepada LJK menyusun strategi pemenuhan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan konsumen.
“Hasil SNLIK akan digunakan sebagai bahan evaluasi serta penyusunan program kerja, baik oleh OJK, LJK maupun instansi terkait. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan kepada petugas survei memiliki peran penting menghasilkan data survei yang baik,” kata Rony.
Plt. Kepala BPS Provinsi Bali Kadek Agus Wirawan menyambut baik kerja sama antara OJK dan BPS pelaksanaan SNLIK 2025 yang kedua kalinya,“SNLIK ini bertujuan mengukur tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia, mengevaluasi efektivitas program literasi dan inklusi keuangan, serta menyediakan bahan perencanaan program literasi dan inklusi keuangan tahun berikutnya. Melalui survei diharapkan melihat keterampilan, sikap dan perilaku keuangan masyarakat di Bali,” terang Agus.
Petugas Survei melaksanakan SNLIK 2025, merupakan mitra dari BPS berpengalaman dalam kegiatan survei. Hal ini memastikan SNLIK berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan oleh OJK. Secara Nasional SNLIK tahun 2025 mengikutsertakan 10.800 responden rentang usia 15-79 tahun di 34 provinsi mencakup 120 kota/Kabupaten.
Adapun data dikumpulkan mencakup keterangan tentang Perbankan, Pasar Modal, Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, Pergadaian, Lembaga Keuangan Mikro, Fintech P2P Lending, Penyelenggaraan Sistem Pembayaran (di luar Pengawasan OJK), serta Keterampilan Sikap dan Perilaku Keuangan.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat memberikan bekal informasi yang cukup bagi petugas SNLIK dalam melaksanakan kegiatan survei, selain itu diharapkan juga dapat menjadi agen untuk menyampaikan informasi terkait dengan OJK dan Lembaga Jasa Keuangan kepada masyarakat pada saat pelaksanaan survei. (Nani)
