
Jakarta-hariandialog.co.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan penyatuan Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) OJK dengan Sistem Pendaftaran Efek secara Elektronik (SPEK) KSEI sebagai upaya menyederhanakan proses, meningkatkan kepastian layanan, dan memperkuat tata kelola pendaftaran produk investasi reksadana.
Peluncuran Sistem Terintegrasi Pendaftaran Produk Investasi OJK-KSEI dilakukan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin.
Inarno Djajadi mengatakan, integrasi SPRINT OJK dan SPEK KSEI i langkah nyata membangun pasar modal yang modern dengan cara kerja lebih efisien dan peningkatan kualitas layanan bagi industri dan masyarakat.
“Integrasi SPRINT dan SPEK ini tidak hanya dimaknai sebagai integrasi sistem, juga sebagai langkah membangun cara kerja baru lebih efisien, lebih sederhana, lebih konsisten, dan berorientasi pada kualitas layanan,” kata Inarno.Ia menyebut ,di tengah perkembangan industri pasar modal yang semakin cepat dan dinamis dibutuhkan layanan efektif, efisien, dan terintegrasi mendukung tata kelola informasi lebih baik, mempercepat proses perizinan, mengurangi potensi kesalahan, serta meningkatkan efektivitas pengawasan berbasis risiko.
“ Integrasi ini, proses pendaftaran produk yang tadinya terpisah kini dapat dijalankan secara lebih terpadu, sehingga memberikan kemudahan bagi para pelaku industri dan meningkatkan kepastian layanan,“ jelas Inarno.B
Bagi industri,hal ini kata Inarno memberikan kepastian dan kejelasan proses, sementara bagi OJK integrasi ini memperkuat fondasi pengawasan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika pasar.Ia berharap peluncuran sistem perizinan terintegrasi memberikan manfaat nyata bagi industry dan mendukung penguatan kepercayaan serta perlindungan investor pasar modal Indonesia.
Samsul Hidayat mengatakan, integrasi sistem SPRINT dan SPEK bagian dari akselerasi dan transformasi digital dalam proses pendaftaran produk investasi reksadana mendukung pertumbuhan green economy di pasar modal, “Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas proses administrasi, juga sejalan upaya KSEI mendukung pertumbuhan green economy di pasar modal Indonesia,” ujar Samsul.
Melalui integrasi sistem ini, duplikasi penyampaian dokumen dapat diminimalisasi, proses pendaftaran menjadi lebih efisien, serta integritas dan konsistensi data dapat terjaga dengan lebih baik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor produk reksadana.Ia meyakini sistem yang semakin terhubung dan tata kelola semakin solid, pasar modal Indonesia akan memiliki fondasi kuat untuk tumbuh secara sehat, inklusif, dan berdaya saing.
Nilai Tambah Integrasi Sistem
Integrasi SPRINT dan SPEK ini memiliki nilai tambah utama, karena signifikan mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran bagi industri pengelolaan investasi, menghilangkan duplikasi permohonan, dan menciptakan alur kerja yang lebih ringkas dan efisien.
Bukan hanya efisiensi proses, integrasi SPRINT dan SPEK juga memiliki dampak krusial terhadap kualitas data. Integrasi sistem dipastikan meningkatkan akurasi serta konsistensi data dokumen yang terdaftar di OJK maupun KSEI. Peningkatan kualitas data ini memiliki implikasi pada (1) Pengawasan yang lebih baik: Data yang konsisten dan akurat akan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pengawasan oleh OJK dan KSEI, memungkinkan respons lebih cepat berbasis data terhadap risiko pasar.Ke (2), Informasi publik handal: Kualitas data terjamin akan meningkatkan mutu informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat dan investor. ( */NL )
