Majalengka, hariandialog.co.id-Kementrian agama Kabupaten Majalengka nampaknya masih di warnai adanya dugaan pungutan liar melalui infak di madrasah Tsanwiyah Negeri (MTsN ) 3 Majalengka kepada orang tua siswa yang ada wilayah Kecamatan Ligung dan sekitarnya
Padahal Sudah jelas MTsN 3 Majalengka yang beralamat di Desa Bantatwaru menerima bantuan Dana Operasional Sekolah (bos) setiap tahunya termasuk tahun 2023 seharusnya bisa menahan diri mematuhi aturan yang di keluarkan oleh pemerintan bukan malah sebaliknya membuat kesempatan dalam kesempitan mengutip melalui infak akibatnya beberapa orang tua siswa kurang mampu dan ekonominya lemah meradang bahkan Direktur pendidikan madrasah telah melarang.
Orang tua siswa MTsN 3 Majalengka yang ada di Kecamatan Ligung mengeluhkan masih adanya pungutan kepada siswa melalu dana infak yang telah di tentukan oleh madrasah ” ya terpaksa memberika rp.100 ribu dan rp 50 ribu untuk membangun pagar dan MCK jadi alasanya itu itu juga setiap tahunya” kata orang tua siswa kepada Dialog.
Bahkan orang tua siswa yang lanya mengatakan hal yang sama di minta infak untuk pembangunan pagar dan mck ya. saya ngasih kepada anak karena diminta oleh MTsN 3 kata orang tua siswa Desa Ligung yang tak mua di sebut namanya.
Kepala MTsN 3 Majalengka H.Dede maupun Kaur TU-nya tidak ada di tempat, kata beberapa staf TU” pak kepala dan PLT Kaur TU lagi ada acara ke Majalengka, akunya saat di tanya Dialog.
Sementara itu Kepala Kementrian Agama Kabupaten Majalengka Dr.H.Agus Sutisna.M.Ag,-M.Pd melaui kepala seksi pendidikan madrasah Dr.H.Heru Hoerudin.M.Ag,mengatakan,Sudah di klarifikasi turun langsung ke MTsN 3 Majalengka kepada kepala MTsN dan Plt kaur TU staf TU, termasuk bendaharanya serta pengurus komite MTsN 3 Majalengka,” katanya, tidak minta sumbangan apapun ke siswa ,termsuk komite tahun 2023, aku matan kasi PHU kemenag Majalengka
Kemudian ungkap Heru, pernah minta sumbangan itu tahun 2022 rp.100 ribu untuk toiler bagi kelas 8 dan 9 dan,rp 100 untuk renovasi pagar bagi kelas 7 akan tetapi dana yang masuk tahun 2022 hanya sebagian kecil sajal, dan untuk tahun 2023 program itu dianggap tuntas bagi yang belum membayar tidak tagih atau diminta lagi, bahkan sempat menayakan kepada siswa,jawabnya, sama tahun 2023 komite MTsN 3 Majalengka tidak pernah minta sumbangan apapun kepada siswa,ujarnya melalui pesan singkatnya kepada Dialog. (ayub)
