
Jakarta, hariandialog.co.id.- Sekitar 400 orang yang
mengatasnamakan Oramas Pemuda Batak Bersatu (PBB) menggelar unjuk rasa
di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Ampera Raya No.133,
Ragunan, Jakarta Selatan. Para pendemo meminta kepada PN Jakarta
Selatan melalui hakim agar menghukum pidana mati terhadap terdakwa
Ferdy Sambo.
“Kami meminta agar terdakwa pembunuhan berencana
Brigadir Polisi Josua yaitu Ferdy Sambo divonis hukuman mati. Korban
dibunuh mati jadi hukuman yang tepat yah matilah. Kami tetap
memperjuangkan kematian almarhum Josua Hutabarat,” teriak para pendemo
sembil membawa foto Ferdy Sambo yang mantan Kadiv Propam Mabes Polri
itu
Para pendemo dari Ormas PBB dengan pakaian merah itu
berdiri di atas trotar depan PN Jakarta Selatan. Sejumlah poster
bergambar muka Ferdy Sambo dan spanduk sepanjang sekitar 4 meter,
digelar guna mewarnai aksi tersebut.
Dalam orasinya, sang orator menyerukan majelis hakim
yang menangani perkara Brigadir J dapat memberi hukuman maksimal
terhadap Ferdy Sambo. Permintaan itu didasari lantaran tindakan Sambo
diyakini telah membunuh Brigadir J yang notabene berasal dari Suku
Batak. “Jadi teman-teman, kita di sini menuntut keadilan, untuk
tegakan keadilan yang telah diinjak-injak harga diri kira sebagai
orang Batak. Karena salah satu orang Batak telah ditindas dengan
dirampas nyawanya. Jadi mari kita perjuangan bersama untuk dapatkan
keadilan yang seadil-adilnya,” pinta orator dengan menggunakan
pengeras suara.
Atas dasar itu, Pemuda Batak Bersatu mendesak majelis
hakim dapat menjatuhkan hukuman mati kepada Ferdy Sambo. “Hukum mati
Ferdy Sambo. Setuju rekan-rekan?” ujar sang orator. “Setuju, Setuju,
Setuju” sambut para peserta aksi.
Selama menggelar aksi, lalu lintas di depan PN Jakarta
Selatan mengalami kepadatan, tapi tetap semua kendaraan bias lewat
karena tim Satgas PBB mengatur lalu lintas agar tidak macet.
Memang kendaraan sejak prapatan lampu merah Pejaten sudah melambat
tapi tetap berjalan. (tob).
