
Caption- Poto bersama usai acara Coffe Morning
Jakarta,hariandialog.co.id.– Pada era digital dan juga perkembangan sosial media (sosmed) yang diawali tahun 2015 berdampak terhadap media konvensinal baik itu yang bermodal kuat ataupun tidak. Dampaknya, membuat sejumlah media konvensional harus collaps (gulung tikar) karena ditinggalkan pembaca yang berubah lebih menggandrungi sosial media.
Hal tersebut dikatakan wartawan senior Kompas TV, Abie Besman dalam paparannya saat menjadi pembicara dalam acara Coffe Morning “Membangun Sinergitas Media dengan Kejaksaan” yang digagas Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumendana. Acara tersebut digelar pada Kamis (8/12/22) di Press Room Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, yang diikuti wartawan media cetak, televisi, dan online yang tergabung dalam Forwaka.
Menurut Abie Besman, dalam menghadapi era digital tersebut media perlu membuat stategi untuk membangun kepercayaan dan brand melalui kontens maupun platform berita yang disajikan untuk pembaca agar pembaca tertarik dan berminat membaca berita ketimbang soial media yang belum tentu faktual dan juga belum tentu teruji kebenarannya.
Disamping itu, kata Abie Besman, masyarakat juga perlu dikembangkan kecerdasan guna beradaptasi, dan menyaring informasi media. “Jika informasi media tidak teruji kebenarannya, dan tidak faktual, maka lambat laun akan ditinggalkan pembaca. Jika hal tersebut terjadi maka berdampak terhadap prusahaan media itu sendiri dalam artian mempertahankan eksistensinya.”
Sementara nara sumber lainnya Asmono Wikan yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pers, dalam paparannya lebih menekankan agar wartawan dalam membuat berita terus mempertahankan kualitas berita, kredibel, tetap menjaga kaidah jurnalistik baik itu Undang Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik.
Dengan menjalankan pedoman dalam pembuatan berita, maka akan menghindari terjadinya delik pers. Dewan Pers tetap ada dan ikut melibatkan diri dalam menyelesaikan sengketa antara pers dengan pengadu. “Namun jika itu menyangkut prosdk pers atau berita,”| kata Asmono Wikan.
Asmono Wikan juga mengharapkan agar seluruh wartawan untuk mengikuti Ujian Kompentesi Wartawan (UKW). Melalui UKW tersebut maka profesioanalisme wartawan sudah teruji. Meskipun demikian, Asmono minta agar wartawan mengikuti UKW di lembaga yang sudah teruji pula yang sudah direkomendasi oleh dewan pers.
Sedangkan Kapusepenkum Kejagung RI, Ketut Sumendana dalam paparannya mengatakan, dia selalu bersahabat (friendly) dengan media demi menjalin sinergitas. Dengan demikian, baik media dan Puspenkum akan terjalin hubungan mutualisme simbiosis. (Het)
