
Bekasi, hariandialog.co.id – Pendeta fungsional HKBP Jatiasih Kota Bekasi, Marnaek Situmorang, menjelaskan konsep hidup bahagia salah satunya tidak berjalan menurut nasehat orang fasik.
Hal itu, disampaikan Pendeta Marnaek Situmorang, dalam khotbahnya dari Mazmur 1: 1-6, dihadapan jemaatnya pada ibadah Minggu, Exaudi,(12/5/2024), pukul 18.00 wib, di Gereja HKBP Jatiasih, Kota Bekasi.
Dalam kesempatan itu, Marnaek menyampaikan bahwa akhir -akhir ini, tidak sedikit, orang kristen rumahnya, suami-istri kurang bahagia.
“Lalu pertanyaanya kenapa, dan mengapa tidak bahagia. Ada anak bersama orangtuanya juga kurang bahagia,” katanya.
Dia menjelaskan bagaimana kebahagian yang sebenarnya.
” Orang batak kalau mau bahagia itu ditentukan oleh tiga hal, yakni Hamoraon (Kekayaaan), Hagabeon (Keturunan) dan Hasangapon (Kehormatan),” pungkas Marnaek.
Ia menambahkan, ternyata kebahagiaan yang sebetulnya itu ditentukan oleh sikap kita pribadi masing-masing.
“Persoalan yang kita hadapi itu ialah persoalan karakter manusia itulah, yang membuat dirinya, tidak bahagia,” jelas Pendeta Marnaek Situmorang.
Bagaimana supaya kita bahagia, satu jangan ikuti jalan orang fasik, dua firnan Tuhanlah menguasai hatimu, tiga jadilah dirimu seperti pohon yang baik di tepi aliran air
“Karena orang yang dikuasai Firman Tuhan, dia mampu berterimakasih dan bersyukur ,”sebutnya.
Terakhir Marnaek mengajak jemaat agar bahagia untuk berubah dan perbaiki diri dengan cara kesukaannya merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, baru evaluasi diri.
“Sai songon hau na denggan do, Ramos parbue ni, Bulung na pe sai uli do, Antong sai tiru i,” pungkasnya dikutip dari BE 248 ayat 2. (Ram)
