Cikarang, hariandialog.co.id.- Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan
Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi pada tahun 2025 menyalurkan
Rumah Gotong Royong sebanyak 1.670 unit, dan pembangunan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) sejumlah 1.652
unit, serta 1.246 Penerangan Jalan Umum Lingkungan (PJUL) yang
tersebar di masing-masing kecamatan Se-Kabupaten Bekasi.
Upaya ini sebagai komitmen Pemkab Bekasi dalam percapatan
pembangunan daerah melalui program yang menyentuh terhadap peningkatan
kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan hunian layak dan perbaikan
sanitasi lingkungan. Program ini menjadi bagian dari realisasi 100
hari kerja kepemimpinan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan Wakil
Bupati Asep Surya Atmaja. “Program ini menjadi bagian dari 100 hari
kerja pak Bupati Bekasi agar masyarakat khususnya bagi warga tidak
mampu bisa memiliki rumah layak hal ini sesuai asta cita Presiden RI,
dan tagline Kabupaten Bekasi Bangkit Maju Sejahtera sementara program
Rutilahu bertransformasi menjadi Rumah Gotong Royong,” ujar Kadis
Perkimtan pada Senin, 2 Juni 2025.
Kepala (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi Nur Chaidir
mengatakan, pihaknya menyalurkan program rumah gotong royong sebanyak
1.670 unit rumah dari kondisi yang sebelumnya memprihatinkan
diperbaiki menjadi hunian layak. Program tersebut menyentuh
berdasarkan kriteria warga beridentitas Kabupaten Bekasi kemudian
memiliki alas hak atas tanah tidak berdiri di tanah negara atau
irigasi maupun tanah kas desa (TKD).
“Penerima rumah gotong royong tersebar di 18 kecamatan bagi
masyarakat kurang mampu atau miskin ekstrim sebagai persyaratan utama,
program ini diusulkan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di tingkat desa/kelurahan,”
katanya.
Dia menjelaskan, jumlah penerima manfaat program rumah gotong royong
setiap tahunnya akan disesuaikan dengan kondisi kemampuan anggaran
Pemerintah Kabupaten Bekasi. Selain dari APBD Kabupaten, bedah
Rutilahu juga bersumber dari anggran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Provinsi Jawa Barat yang pelaksananya dimulai pertengahan
tahun, tulis bekasikab. (Adi-01).
