Jakarta, hariandialog.co.id.- Jalan bebas hambatan alias
jalan tol seharusnya mulus. Namun, kenyataannya tidak demikian. Bukan
mulus tapi ibarat wajah manusia bopeng-bopeng alias tidak rata
seluruhnya melainkan ada lobang lobang kecil dan gundukan aspal yang
ditempel begitu saja.
Jalan Tol yang bopeng-bopeng alias tidak rata apalagi
mulus terasa sejak masuk tol dari Halim, Jakarta Timur. “Yah, jalan
tidak seluruhnya bopeng bopeng dan juga tidak seluruhnya mulus, tapi
kebanyak tidak rata,” jelas Muhammad Rochim kepada Dialog.
Muhammad Rochim warga Pejaten Barat, Pasar Minggu,
Jakarta Selatan itu, menceritakan bahwa jalan tol yang dilaluinya
bersama keluarga sangat terasa ketidak mulusannya. “Kami naik mobil
penumpang jenis Toyota Fortuner tahun 2023. Kan masih mulus tapi
terasa tidak enak karena terasa sekali ketidak rataan jalan tol dari
Jakarta hingga Bresbes Timur. Tidak bisa baca majalah apalagi minum
kopi pasti tumpah,” kata Muhammad Rochim.
Dia menyebutkan, bersama keluarga ke Brebes dalam
rangka nyekar alias ziarah ke makam orang tuanya wanita alias Mamanya.
Pihaknya berangkat hari Sabtu, 9 Maret 2024 dan pulang sorenya.
“Semula kami pikir jalan tidak rata alias bopeng atau bengkak bukan
hanya untuk tujuan Jawa Tengah alias Brebes tapi juga sebaliknya. Jadi
pergi jalanan tidak rata dan pulang dari Brebes juga demikian.
Padahal, kami bayar tol Rp.185 ribu per sekali jalan,” terang Muhammad
Rochim.
Untuk itu, dirinya mengharapkan para pengemudi agar
berhati-hati bila sudah masuk tol. Begitu juga pihak Jasa Marga
diharapkan segera atau teratur memperbaiki jalanan yang tidak rata.
“Kalau saya lihat ada jalanan yang rusak ditambal oleh pihak pengelola
dan tambalannya terlalu tinggi tidak rata dengan jalanan yang semula
dan ada juga jalan berlobang memang belum diperbaiki dan ini banyak
titiknya,” ucapnya agar pemerintah memperhatikan tentang keselamatan
kenderaan juga manusia. (tob)
