
Jakarta, hariandialog.co.id.- Para penumpang pesawatnya delay ataupun dicansel alias tidak diberangkatkan, akibat bencana alam baik asap kahartula maupun debu gunung tidak mendapat konvensasi apapun dari Perusahaan penerbangan.
Seperti baru-baru ini, Tobing, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang akan bepergian ke Pontianak dengan pesawat Garuda, keberangkatan pada 1 September 2026, dari terminal 3 Cengkareng, Tangerang, Banten,
di tundak keberangkatan hingga 5 jam, tidak memperoleh konvensasi apapun, hanya air mineral yang kecil.
Padahal, para calon penumpang saat itu sudah berkumpul di depan Gate (atau pintu masuk) 22, sesuai jadwal yang tertera di tiket maupun di boarding pas.
Namun, sebelum keberangkatan sudah ada pengumuman, penerbangan ditunda menunggu asap di bandara kedatangan di Pontianak, sudah mereda. “Jarak pandang menuju bandara Supadio, Pontianak masih 800 meter dan ditunggu hingga 1.500 meter,” sebut pengelola bandara melalui pengeras suara.
Begitu juga pada Sabtu, 19 September 2026, tobing yang mau Kembali dari Pontianak ke Jakarta dengan pesawat Batik, dijadwal keberangkatan 11.20 dan tertulis boarding pukul 10.50. Namun, lagi – lagi tunda
karena asap tebal di seputaran bandara Supadio, Pontianak.
Pihak pengelola bandara melalui pengeras suara menyebutkan keberangkatan ditunda menunggu cuaca membaik. Hal it uterus dikumdangkan hingga pada pukul 17.00 ada pengumuman penerbangan dengan
pesawat Batik nomor Penerbangan ID 6229, dibatalkan. Padahal, penumpang sudah ada depan pintu masuk atau Gate 4 sejak pukul 09.00. Pihak Batik Air hanya menyampaikan permohonan maaf dan diminta untuk
turun lapor ke meja keberangkatan guna klaim apakah rescadul atau refund.
Akhirnya karena ada janji pesta keluarga di Jakarta keesokan harinya, 20 September 2026, membeli tiket dengan pesawat Garuda keberangkatan pukul 22.00 dan boarding pukul 21.05. “untung ada uang di atm untuk
beli tiket pesawat Garuda. Kan uang reefund dari Batik tidak otomatis dan harus menunggu konfirmasi dari tempat pembelian atau pemesanan yaitu Traveloka,” jelas tobing.
Para penumpang ribuan orang memadati terminal keberangkatan, sebab sejak pagi hari tidak ada satupun pesawat yang mendarat dari bandara manapun. Untuk itu sepertinya semua penerbangan tidak ada yang memberi konpensasi apakah makanan kecil ataupun air mineral. Padahal, penundaan ada yang hingga 10 jam. (tob)
