Tobali, hariandialog.co.id.- Proyek pembangunan saluran
air bersih atau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Pongok,
Kecamatan Kepulauan Pongok, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang
dibangun pada tahun 2016 hingga 2019 lalu dirasakan tidak memberikan
asas manfaat bagi masyarakat di desa setempat.
Diketahui, bahwa proyek tersebut dikerjakan secara
berturut-turut oleh 4 perusahaan yang berbeda dengan menghabiskan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Basel lebih
kurang Rp 10 miliar. Namun, mirisnya sampai dengan saat ini tidak
setetespun air yang mengalir ke rumah masyarakat atau ke Sambungan
Rumah (SR) di Desa Pongok.
Perwakilan masyarakat Desa Pongok, Kamaludin Ico
menjelaskan, awal mula pengerjaan proyek pembangunan SPAM di desa
setempat pada tahun 2016 dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 5
miliar. Kemudian pembangunan kembali dilanjutkan pada tahun 2017
dengan anggaran senilai Rp 473 juta lebih, sementara pada tahun 2018
menghabiskan anggaran Rp 2,2 miliar dan terakhir pada tahun 2019
menghabiskan anggaran Rp 2,7 miliar.
“Tahun 2016 itu awal mula pembangunannya. Tahun 2017
lanjutan untuk pemanfaatan idle capacity SPAM. Tahun 2018 perluasan
SPAM melalui pemanfaatan idle capacity dan sambungan rumah. Tahun 2019
peningkatan kapasitas SPAM. Anggaran yang telah dihabiskan dari awal
pembangunan tahun 2016 hingga 2019 lebih kurang sepuluh miliaran
rupiah. Namun sampai dengan hari ini tidak setetespun air yang
mengalir,” kata Kamaludin Ico, Kamis (03-06-2021). (babelps/tur).
