
Majalengka, hariandialog.co.id – Ratusan warga Perum Grand Hegar, Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, memadati Masjid An Nur untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (2026).
Sejak pukul 05.30 WIB, jemaah mulai berdatangan dari berbagai penjuru lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Pelaksanaan salat Id berlangsung khidmat. Bertindak sebagai khotib, Ustadz Dede Nurdin, sementara imam dipimpin oleh Ustadz Mahmudin.
Dalam khutbahnya, Ustadz Dede Nurdin menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam yang berhasil menjalani ibadah Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Ia menegaskan, kemenangan sejati bukan hanya dirayakan, tetapi diwujudkan dengan menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita kembali kepada fitrah dan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali suci (minal ‘aidin wal faizin),” ujarnya.
Panitia pelaksana mengatur posisi jemaah dengan memisahkan area salat. Jemaah laki-laki ditempatkan di lantai bawah masjid, sedangkan jemaah perempuan berada di lantai dua. Namun, keterbatasan kapasitas masjid membuat sebagian jemaah harus melaksanakan salat di teras hingga halaman.
Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 500 orang. Kondisi tersebut membuat area sekitar masjid dipenuhi warga yang tetap khusyuk mengikuti rangkaian ibadah.
Sejak malam takbiran hingga menjelang pelaksanaan salat Id, gema takbir terus berkumandang, mengagungkan kebesaran Allah SWT dan menambah suasana religius di lingkungan tersebut.
Salah seorang warga, Mochamad, mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali merayakan Idul Fitri bersama masyarakat sekitar dalam suasana penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah, tahun ini bisa salat Id berjamaah dengan penuh kebersamaan. Semoga membawa berkah bagi kita semua,” katanya.
Momentum Idul Fitri ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga di lingkungan Perum Grand Hegar dan sekitarnya. (Ayub)
