
BANDUNG BARAT, hariandialog co.id — SMP Negri 1 Lembang menerima Apresiasi tinggi dari warga masyarakat sekolah setelah sukses menyelesaikan rehabilitasi fasilitas sekolah dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK Fisik) tive IV tahun anggaran “2024 “yang dikelola melalui Dinas Pendidikan ( Disdik) Kabupaten Bandung Barat. Proses Rehabilitasi ini mencakup perbaikan delapan ruang kelas, fasilitas MCK, dan ruang Guru, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari DAK Rehabilitasi Fisik tipe 4 dengan skema swakelola, dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pusat.,Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemenbdikbud), Kepala SMPN 1 Lembang,Hj. Ai Nurhayati, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan apresiasi penuh atas dukungan pemerintah pusat dan Disdik Kabupaten Bandung Barat ( KBB )yang telah memungkinkan terlaksananya program ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Disdik Kabupaten Bandung Barat(KBB) yang telah membantu sekolah kami mendapatkan fasilitas yang lebih baik. Rehabilitasi ini sangat mendukung kegiatan belajar mengajar, dan kami merasa sangat terbantu,” kata Ai Nurhayati, Senin (9-09-2024).
Kondisi Sebelum dan Setelah Rehabilitasi
Sebelum program ini, SMPN 1 Lembang mengalami penurunan kualitas fasilitas seperti ruang kelas yang tidak memadai dan toilet yang rusak. Kondisi ini sempat mengganggu proses belajar mengajar. Meskipun proses rehabilitasi memakan waktu 90 hari, hasilnya diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi seluruh warga sekolah.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir dengan dukungan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan lancar. Kelas 8 dan 9 menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring secara bergantian, sementara kelas 7 tetap melaksanakan’luring pembelajaran tatap muka.
“Dengan adanya rehabilitasi ini, memang ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan. Namun, kami telah bekerja sama dengan Disdik untuk menerapkan sistem pembelajaran yang fleksibel agar tidak mengganggu proses belajar siswa,” tambah Ai Nurhayati.
Warisan Positif Jelang Masa Pensiun
Menjelang masa pensiunnya tahun depan, Ai Nurhayati merasa bangga dapat meninggalkan fasilitas sekolah yang lebih baik sebagai warisan. “Meskipun ini bukan program yang saya inisiasi, saya merasa sangat bersyukur karena rehabilitasi ini dapat terlaksana saat saya masih menjabat. Ini adalah kebanggaan tersendiri, dan saya berharap para guru dan siswa bisa menjaga fasilitas ini dengan baik,” ujarbya.
Ke depan, diharapkan dukungan dari’ Disdik Kabupaten Bandung Barat dapat terus berlanjut agar sekolah-sekolah lain di wilayah ini juga mendapat perbaikan fasilitas yang diperlukan guna meningkatkan kualitas pendidikan di Bandung Barat”pungkasnya. (Nagon)
