Skip to content
November 1, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
  • Redaksi
Harian Dialog

Harian Dialog

Menyuarakan Hati Nurani Rakyat Berdasarkan Pancasila

UMKM.jpg
Primary Menu
  • Berita Daerah
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Ibukota
  • Kesra
  • Olahraga
  • Serba Serbi
Light/Dark Button
Live
  • Home
  • Hukum dan Kriminal
  • Saat Menjadi Saksi Mahkota Terdakwa Wahyu Diserang hakim  
  • Hukum dan Kriminal

Saat Menjadi Saksi Mahkota Terdakwa Wahyu Diserang hakim  

Harian Dialog Oktober 9, 2025

Jakarta, hariandialog.co.id.-     Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang memeriksa dan menyidangkan perkara suap lepas terdakwa  koorporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group, menyerang terdakwa Wahyu Gunawan yang dihadirkan jaksa sebagai saksi mahkota untuk terdakwa Muhammad Arif Nuryanta, Djuyamto, Agam Syarief Baharuddin dan Ali.

            Pertanyaan diajukan secara bergantian oleh majelis terhadap Wahyu Gunawan yang saat itu menjabat sebagai Panitera Muda Perdata PN Jakarta Utara yang dinilai sebagai sumber masalah suap terhadap Wakil Ketua PN Jakarta Pusat dan majelis hakim.

            Pertanyaan dari majelis hakim terhadap terdakwa Wahyu Gunawan soal pembagian uang suap juga ikhwal eks penitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara itu sampai mendatangi Wakil Ketua PN Jakarta Pusat Muhammad Arif Nuryanta  dengan bujukan hingga sampai kepada hakim Djuyamto, ketua majelis hakim perkara korupsi korporasi minyak goreng.

“Apakah saudara saksi pernah berurusan dengan terdakwa Djuyamto dalam hal pengurusan perkara sebelum yang satu ini,” tanya majelis hakim pimpinan Efendi SH. Wahyu Gunawan “motor” suap hakim tersebut mengaku belum pernah berurusan perkara dengan Djuyamto.

“Bagaimana dengan terdakwa Muhammad Arif Nuryanta, pernah bekerjasama mengurus perkara,” tanya majelis lagi. Kembali Wahyu Gunawan yang aktif mengurus perkara korporasi minyak goreng itu mengaku baru yang saat ini.

 “Lantas mengapa saudara saksi nekat menemui mereka untuk mengurus perkara, tidak takut dimarahi,” selidik majelis.” Kok saksi  tega menjerumuskan mereka. Tidakkah saksi tahu bahwa panitera dilarang mempertemukan hakim dengan pihak-pihak yang berperkara,” tanya majelis hakim lagi.

“Apakah Aryanto Bakrie, pengacara korporasi minyak goreng, menyuruh saudara,” majelis terus mencari tahu. “Faktor karena sudah kenal saja barangkali Yang Mulia,” kata Wahyu.

Majelis hakim juga mempertanyakan ancaman Wahyu kepada Aryanto yang berbunyi jika tidak dipenuhi Rp 60 miliar jangan diharap dapat lagi berbisnis minyak goreng klien Aranto. “Itu tidak betul Pak Hakim, saya tidak pernah mengancam Aryanto,” kata saksi mahkota tersebut.

Ketua Majelis Hakim Effendi sebelumnya sudah mengingatkan keempat terdakwa jujur. “Saya mewakili majelis mengingatkan kepada saudara berempat bisa merasakan suasana kebatinan kami sebagai majelis hakim dalam menangani perkara ini,” ujarnya.

Peringatan itu juga berlaku bagi terdakwa Wahyu Gunawan. Kelimanya saling bersaksi untuk terdakwa lain. Effendi berharap kelima terdakwa memahami apa yang diinginkan majelis dalam menguji perkara ini. “Kami butuh kejujuran,” kata dia.

Mengenai pernyataan Aryanto atau lebih dikenal sebagai Ary Bakrie bahwa hakim recehan setelah ada protes pemberian uang suap tidak sesuai permintaan dari eks Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, Muhammad Arif Nuryanta, Wahyu Gunawan membenarkannya.

Pernyataan merendahkan itu terjadi saat Aryanto bertamu ke rumah Wahyu usai pemberian suap senilai 2 juta dollar Amerika Serikat (AS). Kejadian ini terjadi sekitar  Oktober 2024. Jumlah uang suap ini dinilai wanprestasi oleh Arif Nuryanta karena permintaan adalah 3 juta dollar AS. Wahyu pun menyampaikan soal pernyataan wanprestasi dari Arif kepada Ariyanto. “Ya jadi begitu saya sampaikan, ‘Lu wanprestasi  katanya,” ujar Wahyu.

Panitera muda nonaktif PN Jakarta Utara Wahyu Gunawan mengulang pernyataan yang disampaikan Aryanto saat itu. “Sudahlah lu terima saja, hakim itu recehan juga diambil,” kata Wahyu meniru ucapan Aryanto yang kemudian pergi meninggalkan rumahnya.

Wahyu merupakan pihak yang pertama memperkenalkan pengacara pihak korporasi minyak goreng, Ariyanto, kepada eks Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, Muhammad Arif Nuryanta. Saat itu, Arif Nuryanta masih sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Pusat. Dari perkenalan ini, terjadi pendekatan dan negosiasi yang berujung Aryanto bersama pengacara lainnya menyuap majelis hakim untuk memberikan vonis lepas kepada pihak Perusahaan.

Dalam kasus ini, jaksa mendakwa empat hakim dan seorang panitera menerima suap mencapai Rp 40 miliar. Rinciannya, eks Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, Muhammad Arif Nuryanta, didakwa menerima Rp 15,7 miliar; Panitera nonaktif PN Jakarta Utara, Wahyu Gunawan, menerima Rp 2,4 miliar. Sementara itu, Djuyamto selaku Ketua Majelis Hakim menerima Rp 9,5 miliar, sedangkan dua hakim anggota, Ali Muhtarom dan Agam Syarif Baharudin, masing-masing menerima Rp 6,2 miliar.

Uang suap itu diterima dari pengacara Ariyanto, Marcella Santoso, Junaedi Saibih dan M Syafe’i. Mereka adalah advokat atau pihak yang mewakili korporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group dan Musim Mas Group.

        Ketiga perusahaan itu terlibat korupsi minyak goreng. Menurut jaksa, hadiah atau janji kepada para terdakwa diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya. “Supaya menjatuhkan putusan lepas, tulis sk. (bing)

About The Author

Harian Dialog

See author's posts

Post Views: 235

Post navigation

Previous: Perkara Suap Lepas Kasus Minyak Goreng Terdakwa Djuyamto dan Majelis Akan Mengembalikan Semua
Next: Kopdes Merah Putih Wujud Era Ekonomi Baru Bagi Desa

Related Stories

1000027603
  • Hukum dan Kriminal

Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita

Harian Dialog Oktober 31, 2026
215a70cd-6d4c-448e-9b4e-301bfe5d6c73
  • Hukum dan Kriminal

Kajari Sumbawa Barat Bina Persahabatan dengan Wartawan dan LSM

Harian Dialog Oktober 30, 2026
  • Hukum dan Kriminal

KPK Tetapkan Dedi Congor Tersangka

Harian Dialog Oktober 30, 2026

Berita Lainnya

  • Nasional

Pemerintah Ciptakan Kebijakan Radikal Atas Pajak

Harian Dialog Oktober 31, 2026
1000027603
  • Hukum dan Kriminal

Gerebek Dua Lokasi di Tanjung Morawa, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bekuk 3 Terduga Pengedar Sabu, 12 Gram Lebih Barang Bukti Disita

Harian Dialog Oktober 31, 2026
1000027583
  • Ekonomi

Perkuat Kapasitas Koperasi, LPDB Monitoring Inkubasi 2026

Harian Dialog Oktober 31, 2026
1000027511
  • Ibukota

Jakarta Rocktober 2026 Meriah, Rocknroll Theatre Hibur dengan Lagu Legendaris

Harian Dialog Oktober 31, 2026

Olahraga

1000027231
  • Olahraga

5 ABAD JAKARTA TUAN RUMAH KEJURNAS CATUR KE-52 2027

Harian Dialog Oktober 30, 2026
Kemenpora dan Kemnaker Bersinergi Bidang Ketenagaerjaan untuk Pemuda 1000026868
  • Olahraga

Kemenpora dan Kemnaker Bersinergi Bidang Ketenagaerjaan untuk Pemuda

Oktober 29, 2026
Menpora : IYS 2026 Jadi Ajang Membangun Fondasi dan Solusi untuk Masa Depan Indonesia 1000026866
  • Olahraga

Menpora : IYS 2026 Jadi Ajang Membangun Fondasi dan Solusi untuk Masa Depan Indonesia

Oktober 29, 2026

Kesehatan

1000027453
  • Kesehatan

Bali Terima Satya JKN Awards 2026Bukti Badan Usaha Peduli Kesehatan Pekerja

Harian Dialog Oktober 31, 2026
Bantuan Dana Penyehatan JKN Cair Rp.10 T a680a993-c7a1-44c8-a6ab-74c86fdef29e
  • Kesehatan

Bantuan Dana Penyehatan JKN Cair Rp.10 T

Oktober 27, 2026
175 Wartawan Periksa Kesehatan Gratis
  • Kesehatan

175 Wartawan Periksa Kesehatan Gratis

Oktober 26, 2026

Teknologi

1000027422
  • Techonology

Menkomdigi Ajak Anak Muda Jadi Pemimpin Digital, Bukan Hanya Pengguna Teknologi

Harian Dialog Oktober 31, 2026
Jakarta, hariandialog.co.id – Indonesia tidak hanya membutuhkan talenta digital, tetapi juga pemimpin digital. Menteri Komunikasi dan Digital...
Baca Selengkapnya Read more about Menkomdigi Ajak Anak Muda Jadi Pemimpin Digital, Bukan Hanya Pengguna Teknologi
Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Telekomunikasi Kembangkan AI 1000026717
  • Techonology

Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Telekomunikasi Kembangkan AI

Oktober 29, 2026
IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max 5e9c4c2f-04ef-434a-92fa-0bc763032e86
  • Techonology

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Oktober 20, 2026
  • Techonology

Oktober 19, 2026
Era Digital, SMPN 7 Kota Cirebon Tumbuhkan Kepercayaan Publik Lewat Medsos 9cf4fcec-f390-46ca-b9a8-e5345295ac6a
  • Techonology

Era Digital, SMPN 7 Kota Cirebon Tumbuhkan Kepercayaan Publik Lewat Medsos

Oktober 12, 2026

Kesra

1000027281
  • Kesra

Kapolda Jabar Gelar FGD, Cegah Ekstremisme pada Anak Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah

Harian Dialog Oktober 30, 2026
Pererat Kemitraan Polri dan Masyarakat, Plh. Kabid Humas Polda Jabar Shalat Jumat di Ponpes Nurul Iman 1000027214
  • Kesra

Pererat Kemitraan Polri dan Masyarakat, Plh. Kabid Humas Polda Jabar Shalat Jumat di Ponpes Nurul Iman

Oktober 30, 2026
Kapolres Binjai Laksanakan Jumat Keliling dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas di Masjid Al-Muhajirin IMG-20261030-WA0008-1024x768.jpg
  • Kesra

Kapolres Binjai Laksanakan Jumat Keliling dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas di Masjid Al-Muhajirin

Oktober 30, 2026

Pendidikan

7969b4f7-d02b-4b80-8764-6500d22e0ac8
  • Pendidikan

Polisi Bersahabat Dengan Siswa SD

Harian Dialog Oktober 26, 2026
BPK Ungkap Temuan Dana Negara di Bidang Pendidikan
  • Pendidikan

BPK Ungkap Temuan Dana Negara di Bidang Pendidikan

Oktober 24, 2026
Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Bobby Nasution Siapkan Ruang Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa 1000024338
  • Pendidikan

Luncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah, Bobby Nasution Siapkan Ruang Kreativitas dan Pengembangan Bakat Siswa

Oktober 24, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
Copyright Harian Dialog Online © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.