Depok, hariandialog.co.id – Masyarakat yang berdomisili Kota Depok menilai bantuan sosial dari pemerintah untuk penanggulangan dampak pandemi virus Korona atau covid-19 belum efektif.
Warga masyarakat kota Depok menyatakan bantuan sosial itu belum mencapai sasaran. Sementara yang menilai sudah mencapai sasaran lebih sedikit dibandingkan yang mendapatkan bantuan bukan dari segi warga tak mampu.
Namun, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengumumkan Bantuan Sosial Tunai yang merupakan program jaringan pengaman sosial Kementerian Sosial yang diperuntukan bagi keluarga miskin dan rentan miskin yang terdampak Covid-19 senilai Rp.300.000,-/keluarga/bulan tak diperpanjang hingga terakhir April 2021.
Lantaran, Warga masyarakat berdomisili Kota Depok mengeluhkan pembagian Bansos (bantuan sosial) warga terdampak COVID-19 karena tidak tepat sasaran.
Seperti diungkapkan Awil salah satu warga Jalan Nangka RT 04/04 Pasir Putih Sawangan Depok, menduga telah adanya melakukan praktik ketidakadilan. Menurut dia, ketidakadilan itu sangat jelas karena sejumlah data penerima tidak tepat sasaran.
Bahkan ada penerima BLT maupun BST Mensos mendapat secara dobel dana bansos tersebut. Ia mengaku sangat kesal dengan kebijakan pemerintah maupun kelurahan dan kecamatan setempat karena pendataan penerima manfaat cendrung tebang pilih.
“Saya sebagai warga tentu sangat kesal melihat sikap pemerintah kelurahan menyalurkan bantuan sosial ini. Ada keluarga yang sangat layak seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak dapat, ada yang sangat tidak layak mendapatkan bantuan tetapi dapat. Lebih menyakitkan lagi adalah mereka yang dapat dobel” ujarnya ke awak media.
“Kalau Abang mau tau yang detail nya lihat data ibu-ibu PKK yang mendapat amanah untuk pendataan bansos bang diwilayah saya, merekalah yang mengatur itu smua” ujarnya kepada wartawan Dialog, Sabtu (03/04).
Meski Pemerintah sudah mengatakan dananya sudah cair dan dibagikan, namun warga tersebut mengaku belum mendapat bantuan juga.
“Kebetulan dari awal Pak Presiden Jokowi menyodorkan dana bantuan covid 19, saya tidak pernah dapat, cuma diminta data aja. Tapi saat berita pencairan sudah turun, malah tidak dapat juga” ujarnya.
Ia menjelaskan “Jangankan bantuan dari Presiden maupun Kemensos, bantuan dari Walikota Depok pun tidak mampir ke rumah saya, kalau bukan dari Kakak Kandung dan sodara di Ormas FBR yang ada saya kebelinger bang” ujarnya.
Mirisnya lagi, menurut ia “makanya data saya dan mertua saya yang sedang terbaring sakit di ambil dengan dahli penerima bantuan. Hasilnya ternyata NOL tidak sama sekali” ujarnya.(Riz)
