
Majalengak,hariandialog.co.id
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Drs H.Herman Suryatman.M.Si berkunjung ke pemkab majalengka, kedatangan atasanya ASN ke kota aingin sangat positif untuk berupaya meningkatkam pelayan publik,sehingga kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik meningkat.
Sekda Provinsi Jawa barat Herman Suryatman memuji pelayanan publik di Majalengka meningkat”Luar biasa berdasarkan persepsi masyarakat, berdasarkan paltform pelayanan publik nilainya mencapai 83 hingga bulan April 2024,” kata Herman di Pendopo Majalengka, Rabu (8/5)
Menurut Herman, bukan tidak mungkin tahun 2025 nanti Pemkab Majalengka mampu meningkatkan angka kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.
passing grade-nya dinaikin depan Jadi kalau bapak-ibu masih ingin baik dari persepsi masyarakat paling tidak angkanya harus menembus 90 dan saya yakin bisa,” pinta Herman.
Penjabat Bupati Majalengka Dedi Supandi mengatakan ada 10 pekerjaan rumah terkait pelayanan publik yang mesti menjadi perhatian,. Poin pertama, yaitu digitalisasi yang belum merata secara menyeluruh di setiap perangkat daerah.
Kedua, pelayanan publik ini belum termutakhir sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Di mana, masih ditemukan data-data yang lama dan belum mengalami pembarua
Ketiga, belum adanya Mall Pelayanan Publik. Karena itu, di masa satu tahun menjadi PJ Bupati dia akan mendorong hadirnya Mall Pelayanan Publik.
mohon arahan kepada Pak Sekda Provinsi Jabar kita akan menunggu anggaran pemerintah. Jika bisa berkolaborasi segera mall pelayanan publik ini,” katanya.
Saat ini belum seluruh perangkat daerah di Pemkab Majalengka memiliki standar pelayanan yang sesuai dengan ketentuan. Misalnya saja, terkait limpahan kewenangan yang belum terjadi dari bupati kepada camat.
Saya minta untuk tahun ini segera dibereskan untuk kaitan dengan pelimpahan kewenangan. Sehingga di anggaran perubahan pelimpahan kewenangan kepada camat itu bisa disentralisasikan,” katanya.
Kelima, belum sepenuhnya perangkat daerah mempunyai SOP sesuai dengan ketentuan yang memudahkan masyarakat. Keenam, survei kepuasan masyarakat masih bersifatnya manual.
Ketujuh,kesadaran untuk mengakses SP4N LAPOR masih rendah. Bahkan, lebih rendah disandingkan masyarakat yang melaporkan ke akun Instagram pribadinya.
Kedelapan, pelaksanaan forum konsultasi publik masih rendah. 1 agency 1 inovation kita buka itu.
“Jadi saya meminta satu dinas ada satu inovasi. Walaupun hari ini sudah berjalan beberapa inovasi di dinas tetapi belum semua dinas mempunyai inovasinya,” katanya.
Inovasi dibutuhkan karena dapat mempercepat proses pekerjaan. Misalnya, dengan pendekatan digital yang tadinya harus selesai satu tahun bisa selesai lebih cepat daripada itu..ujar Dedi.(Ayub)
