Jakarta, hariandialog.co.id.- Minggu-minggu terakhir ini nama
Supriyono alias Botok yang jabatannya Koordinator Koordinator Aliansi
Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) melecit dan jadi bahan pembicaraan
banyak pihak khususnya jadi inceran para wartawan.
Sebelumnya, Botok dikenal karena sejak lama jadi aktivis yang berani
demo dan demo untuk membela kepentingan rakyat antara lain mengungkap
korupsi Kadesnya.
Di tahun 2023 dia juga melakukan perlawanan ke aparat
setelah warungnya di geledah polisi dan Satpol PP dengan senjata
lengkap gara-gara difitnah & dilaporkan lewat “Chanel Lapor Gub
Jateng” jualan miras di warung nasinya (yang saat digeledah tidak ada
bukti).
Setelah itu dia melakukan perlawanan dengan demo ke
Gubernur dan Komisi Informasi Propinsi untuk dibuka siapa
pemfitnahnya, Akhirnya Pengelola Aplikasi Lapor Gub untuk membuka
identitas pelapor, yang merupakan salah satu karyawan pabrik dekat
rumahnya.
Pelapor disidang di PN Pati (dalihnya karena sakit hati
sama Botok yang pimpin demo Pabrik yang menggunakan jalan desa untuk
lewat truk kontainer besar tapi tidak mau memperbaiki kerusakan jalan
desa).
Botok dikenal luas saat jadi Korlap Demo besar di Pati yang
menuntut pembatalan kenaikan PBB 13 Agustus 2025 & pelengseran Sudewo
yang kemudian di tangkap “dikriminalisasi” saat pimpin demo di DPRD
dengan sangkaan menutup jalan Pantura, yang akhirnya divonis 6 bulan
penjara dengan masa percobaan 6 bulan.
Botok dikenal dermawan dan secara ekonomi terbilang cukup
(selain punya warung Kerang Kaliampo yang terkenal juga punya
peternakan ayam dan usaha lainnya).
Selama aktifitas demo 13/8/25 sampai dengan sekarang setiap kegiatan
nya banyak keluar dari dana pribadi selain juga ada support dana dari
kawan-kawannya.
Botok juga dikenal agamis, dia mendirikan masjid dan
mewajibkan setiap waktu sholat, aktifitas warungnya dengan karyawan
sekitar 15 orang, dihentikan untuk shalat berjamaah. Kewajiban ini
ditulis besar diwarung nya
Aksi demo besar-besaran dia bersama massanya ke Jakarta
untuk aksi 27 Agustus 2026, namun Rekening Koordinator Aliansi
Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok diblokir oleh
Bank Mandiri atas permintaan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta
Raya (Polda Metro Jaya).
Rekening itu berisi sekitar Rp 80,9 juta yang merupakan dana
pribadi dan donasi dari masyarakat untuk kebutuhan peserta aksi.
Namun pihak Bank Mandiri melalukan pemblokiran atas permintaan dari
pihak Kepolisian. Tetap, pihak kepolisian kemudian menyebutkan bukan
di blokir cuman minta ditunda pembayaran atas dana yang ada di
rekening Botok. (dbs-tim 01)
