Jakarta,hariandialog.co.id. Setelah dilantiknya Dr Reda Mathovani SH MH., sebagai JAM Intel pada Selasa (31/10/2023), maka siapa calon Kajati DKI Jakarta menggantikan Reda Mathovani jadi bahan pembicaraan hangat di kalangan para insan adhyaksa yang bertugas di lingkup Kejati DKI Jakarta, maupun yang bertugas di lima wilayah Kejari yang ada.
Bahkan rasa penasaran untuk tahu siapa calon Kajati DKI Jakarta juga ditanyakan kepada wartawan. Bahkan ada diantara mereka bersepekulasi dengan menyatakan nama-nama baik itu yang masih mejabat sebagai Kajati di Provinsi lain, dan juga menyebut nama pejabat yang saat ini menduduki direktur juga eselon II yang bertugas di Kejaksaan Agung.
Hangatnya pembicaraan siapa calon kuat yang bakal menjabat sebagai Kajati DKI Jakarta, dan juga untuk mencegah spekulasi yang terjadi seharusnya sudah segera dilakukan rapat pimpinan (Rapim) Kejagung guna menunjuk dan menetapkan calon pejabat Kajati DKI Jakarta. Dan jangan sampai berlama-lama Dr Reda Mathovani rangkap jabatan.
Demikianlah harapan dari sejumlah jaksa dan TU yang bertugas di Kejati DKI Jakarta, dan di lima wilayah Kejari yang ada, seperti disimpulkan Dialog.
Mereka juga membicarakan apakah untuk posisi yang akan menjabat sebagai Kajati DKI Jakarta akan dilakukan kembali uji kelayakan guna mengetahui kemampuan pejabat tersebut mengingat Kejati DKI merupakan barometer untuk Kejati-kejati lainnya yang keberadaannya berada di ibu kota negara, dan juga pusat tempat berkantornya para pejabat negara.
Para jaksa dan TU tersebut berharap dengan cepatnya ditunjuk melalui Kepja, dan dilantik pejabat Kajati DKI Jakarta yang menggantikan posisi Reda Mathovani nantinya, juga bertujuan memberikan konsentrasi penuh kepada Reda Matovhani menjalankan fungsinya sebagai JAM intel, terlebih sebentar lagi atau pada Februari 2024 sudah mulai digelar Pemilu.
”Jadi penunjukan dan penetapan siapa natinya yang menduduki jabatan Kajati DKI Jakarta, tidak boleh berlama-lama. Pimpinan kita di Kejagung harus segera melakukan rapim untuk itu,” kata beberapa sumber eselon IV tersebut kepada Dialog, Kamis (2/11/2024). (Het)
