Jakarta, hariandialog.co.id.- Tawuran siswa Sekolah Lanjutan
Tingkat Pertama (SLTP) atau SMP di wilayah Kecamatan Mampang, Jakarta
Selatan dengan siswa SLTA atau sekolah lanjutan tingkat atas yang juga
satu wilayah dan berdekatan, membuat kaum ibu ketakutan.
“Ngeri anak anak sekolah itu tawuran dengan membawa
benda tajam seperti parang dan kelewang. Mereka saling menyerang
dengan senjata tajam ditangan. Namun, di sayangkan anak SMP lawan anak
SMA dan sebaliknya. Jadi seharusnya mereka itu adalah Abang – Adek dan
sebaliknya,” kata Ibu –ibu berbincang saat antri ambil BLT di ATM yang
ada di Kelurahan, Bangka, Mampang, Jakarta Selatan.
Informasi yang terdengar pihak sekolah itu langsung
ditindaklanjuti dengan mendatangai lokasi yang disebut para Ibu – Ibu
itu. “Saya kawatir juga, soalnya putra saya juga ada sekolah disini.
Memang diantar jemput. Takut saya pas anak kita nongkrong di luar
lingkungan sekolah dihajar. Aduh ngeri sekali,” ungkap Ibu warga Jalan
Bangka itu.
Ketika hal ini dipertanyakan kepada pihak sekolah SMP
yang disebut kaum Ibu rumah tangga tersebut, mengakuinya. “Maaf
setelah kita dengar langsung terjun ke lokasi yang disebut tempat
tawuran. Tapi kita sudah tidak menemukannya apa apa di lokasi.
Informasinya bukan sesama siswa di wilayah ini tapi anak sekolah luar
menyerang siswa kita,” kata sang Keamanan sekolah yang mengaku sudah
melaporkan ke Polsek Mampang dan sudah menurunkan tim baik dari aparat
kepolisian, Satpol PP, Babinsa dan Bimas Kelurahan.
Untuk itu, kata Satpam sekolah tersebut meminta aparat
penegak hukum sudah waktunya memberikan penyuluhan hukum terhadap para
siswa. “Jangan kalau sudah ada korban baru bereaksi. Jadi sedini
mungkin ada penyuluhan. Hal ini penting guna mencegah. Kan lebih baik
mencegah dari pada menyelesaikan yang sudah terjadi,” sebut salah
seorang orang tua siswa yang menyebutkan penyuluhan hukum kepada siswa
di SMP 182 dipindahkan ke beberapa sekolah yang ada di daerah Mampang.
(tur).
