Jakarta, hariandialog.co.id.- Taman Pejatian yang ada di
Jalan Raya Pasar Minggu, tepatnya tiga bangunan rumah setelah Masjid
Attaqwa, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dari arah Lenteng
Agung, belum ada pagarnya. Padahal, taman tersebut sudah digunakan
warga setempat maupun dari Kelurahan Pejaten Timur.
Warga terheran –heran karena pagar baik depan, kiri
kanan dan belakang tidak ada pagar. Kalaupun ada pagar yang sekarang
adalah tembok rumah warga. Padahal, sesuai surat perintah kerja dari
Suku Dinas Pertamanan dan Kehutanan, taman tersebut harus memiliki
pagar dan bukan numpang ke tembok warga RW 05, Kelurahan Pejaten
Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Untuk itu, warga berharap agar pagar ada. Sebab,
beberapa anak anak yang bermain bola kaki jenis Futsal mengeluhkan.
Bila bola masuk ke rumah warga khususnya yang ada di belakang kanan
taman, pasti dibelah. Pasalnya, karena tidak ada pagar sehingga bola
bila ditendang pelan saja sampai ke rumah warga. “Bola banyak yang
dikempesin dengan cara di bocorin menggunakan pisau. Jadi kita main
bola futsal harus pelan-pelan,” kata Fatur.
Beberapa warga meminta dan berharap aparat penegak
hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan menyelidiki Taman Pejatian,
Pejaten, Pasar Minggu tersebut, tentang pagar. “Tidak mungkin bangunan
taman tidak ada pagar. Setahu saya dimana-mana taman harus ada
pagarnya. Jadi bila ada taman tidak memiliki pagar, harus
dipertanyakan. Jadi saat dipertanyakan itulah aparat penegak hukum
segera bertindak dengan menyelidiki. Dugaan ada penyimpangan di proyek
pembangunan taman yang tidak memiliki pagar,” jelas Muhammad Halim.
(tob).
