Jakarta, hariandialog.co.id.– Berawal saat terdakwa Nikita Mirzani selesai sidang mau pulang, kerumanan para jurnalis ingin mewancarai tentang hasil persidangan, cukup banyak.
Para wartawan dengan tertib mengajukan pertanyaan sambil berjalan mundur karena Nikita Mirzani tetap jalan mau menuju ke mobil pulang ke Rutan Pondok Bambu.
Para wartawan dari banyak media itu, satu persatu mengajukan pertanyaan kepada Nikita dan dijawab dengan santai dan sesekali tertawa.
Namun, saat wartawan ada pria yang suaranya kuat sepertinya agar apa yang dijawab Nikita atas pertanyaan wartawan tidak terdengar. Suara pria tersebut selalu mengacokan pertanyaan wartawan dan selalu menimpali suara Nikita dengan tujuan kemungkinan tidak terekam jawaban dan pertanyaan.
Setelah Nikita Mirzani masuk mobil tahanan dan para wartawan masih berkumpul di halaman PN Jkarta Selatan. Ada beberapa wanita yang kecewa dengan omongan dan teriakan si pria saat wawancara sambil berjalan mengganggu isi rekaman. Bincang-bincang hasil rekaman yang mau di setorkan atau di kirim ke redaksi masing-masing, terlihat seorang pria.
Pria yang lewat tersebut ditenggarai seperti yang mencela atau bersuara keras dan lantang “wou wou” dan lain-lain
terlihat lewat.
“Itu dia orangnya yang tadi,teriak seorang jurnalis wanita dan dikejar dengan jajaran pria. Tapi si pria langsung tetapberjalan meninggalkan para wartawan dan tetap dibuntuti hingga terjadi kerusuhan atau teriakan keras terhadap di pria yang disebut dari Intelijen Kejari Jakarta Selatan.
Bahkan kejadian tersebut sempat di vidiokan dan seketika menyebar ke mana-mana. Pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sepertinya tidak mau peduli akan kejadian di lingkungannya. Padahal, apapun kejadian di seputar PN Jakarta Selatan harus menjadi tanggungjawab pihak tuan ramah.
Sebuah informasi bahwa pria yang dikeroyok tersebut adalah petugas dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tepatnya di bawah Kasie Intelijen.
“Kalau tidak salah dengar, pihak Kejari Jakarta Selatan akan melaporkan pengeroyokan tersebut kepada Polres Jakarta Selatan,”. (tob)
