
Denpasar- hariandialog.co.id– Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen penuh mendukung digitalisasi UMKM. Dengan terus memperkuat ekosistem melalui pelatihan, pendampingan, perluasan akses pasar digital, serta kolaborasi dengan perbankan, marketplace, dan komunitas. Pemkab. Badung menargetkan UMKM Badung harus berdaya saing, melek digital, dan tetap menjaga kearifan lokal Bali.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menegaskan hal itu saat membuka kegiatan literasi digital “Tips Aman Bertransaksi Online” . Kegiatan digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung di Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (21/4).
“Atas nama pribadi dan Pemkab. Badung, saya sangat menyambut baik mengapresiasi SMSI Kabupaten Badung yang telah melaksanakan kegiatan ini,upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi diggital jadi langkah kita bersama menjadi nyata kita bersama mendorong UMKM Badung naik kelas di era era digital,” ujarnya
Wabup Bagus Ali menyebut, juga Program Sidi Kumbara dari Pemkab. Badung bukan hanya sekadar aplikasi atau platform.Namun, semangat gotong royong digital untuk UMKM Badung. Melalui Sidi Kumbara, Pemkab. Badung ingin UMKM di Badung bisa promosi lebih mudah, transaksi lebih cepat, dan Pencatatan keuangan lebih rapi. Yang terpenting, semua itu harus dilakukan dengan aman.
“Kegiatan ini juga sangat positif untuk menambah pengetahuan digitalisasi di masyarakat di kalangan Gen Z, milenial, dan UMKM di Kabupaten Badung. Pada era seperti sekarang dimana transaksi konvensional telah berubah menjadi transaksi cashless. Dimana masyarakat dan pelaku UMKM harus diberikan pemahaman-pemahaman agar terhindar dari segala jenis penipuan bisa merugikan” ungkapnya.
Ketua SMSI Badung I Nyoman Sarmawa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung serta seluruh pihak telah membantu menyukseskan acara ini. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali dan Bank Pembangunan Bali. Dirinya juga berharap kegiatan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Badung.
“Digitalisasi khususnya sektor pembayaran sebuah keniscayaan. Mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi ini wwterjadi dan harus dialami.Khusus digitalisasi di sektor pembayaran atau transaksi online, memang memiliki sejumlah manfaat atau keunggulan di tengah manfaat besar digitalisasi ini ternyata juga mengandung risiko atau ancaman jika tak dipahami dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan dihiahdiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Badung Made Ponda Wirawan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Ketua SMSI Bali dan peserta dari pelaku UMKM, siswa/siswi SMA dan Mahasiswa.(*/NL )
