Skip to content
November 7, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
  • Redaksi
Harian Dialog

Harian Dialog

Menyuarakan Hati Nurani Rakyat Berdasarkan Pancasila

UMKM.jpg
Primary Menu
  • Berita Daerah
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Ibukota
  • Kesra
  • Olahraga
  • Serba Serbi
Light/Dark Button
Live
  • Home
  • Nasional
  • Menyoroti Krisis Kepecayaan Publik: Presiden Prabowo Subianto Ambil Langkah Nyata
  • Nasional

Menyoroti Krisis Kepecayaan Publik: Presiden Prabowo Subianto Ambil Langkah Nyata

Harian Dialog September 2, 2025

Jakarta, hariandialog.co.id.-  — Aliansi Akademisi Peduli Indonesia
menyoroti krisis kepercayaan publik dan mendesak Presiden Prabowo
Subianto untuk mengambil langkah nyata di tengah gelombang demonstrasi
yang menelan korban jiwa.
Para akademisi yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia menegaskan masalah yang terjadi jauh lebih mendasar, yakni
ketidakadilan kebijakan dan lemahnya akuntabilitas negara.
          Mereka menilai, demonstrasi yang awalnya memprotes kenaikan
tunjangan DPR sejatinya merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat
terhadap berbagai kebijakan, mulai dari kebijakan efisiensi anggaran
hingga pajak. Namun aksi itu kemudian meningkat eskalasinya setelah
korban berjatuhan, bahkan hingga menelan korban jiwa akibat brutalitas
aparat.
          Prof. Sulistyowati Irianto dari Fakultas Hukum Universitas
Indonesia (FHUI) mendorong Presiden untuk mengambil langkah konkret,
seperti dengan menerbitkan RUU Perampasan Aset, RUU Masyarakat Adat,
hingga RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) untuk memulihkan
kepercayaan rakyat.

“Kalau Presiden punya pandangan bahwa sekarang memang ada kegentingan,
apa salahnya juga bikin Perampasan Aset daripada rakyatnya kehilangan
kepercayaan sama sekali terhadap pemimpinnya di segala level,” ujar
Sulis dalam konferensi pers secara daring, Senin (1/9).

Menurutnya, perbaikan yang dibutuhkan bukan sekadar pencabutan
tunjangan, melainkan reformasi birokrasi dan kebijakan anggaran secara
mendasar.

“Kita membutuhkan restrukturisasi, bahkan reformasi birokrasi yang
mendasar banget. Lembaga-lembaga negara semuanya harus betul-betul
hubungan trias politika, mengawasi satu sama lain. Termasuk
mengembalikan lagi marwah peradilan agar independen dan tidak tunduk
pada tekanan politik maupun uang,” kata Sulis.
        “Alokasi anggaran keuangan mohon dipertimbangkan lagi. Mohon
maaf nih, anggota DPR tuh pensiunnya seumur hidup, padahal kerjanya
belum tentu seumur hidup. Itu yang membebani negara, bukan para dosen,
guru, ASN yang lain, dan pelayan-pelayan publik yang lain,” lanjutnya.
          Sementara itu, Mantan Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar
Nugroho menilai langkah pemerintah mencabut tunjangan hingga
menonaktifkan anggota DPR tidak lebih dari gestur simbolik untuk
meredam amarah masyarakat. “Mencabut tunjangan dan menonaktifkan itu
kalau saya melihatnya ini DPR dijadikan satu pelepas tekanan. Presiden
kan bilang, partai-partai itu diminta atau sudah sekarang mencabut
keanggotaan, mencabut tunjangan, moratorium. Memang kalau ini kita
lihat ini kayak gesturnya sangat dramatik. Tapi kalau kita analisis
lebih dalam, ini lebih merupakan scapegoating untuk meredakan
kemarahan publik,” kata Yanuar, tulis cnni.

“Bebannya dilempar ke legislatif sementara eksekutifnya muncul sebagai
penyelamat, padahal akar persoalan ini ketidakadilan yang muncul dari
berbagai kebijakan yang dibuat dua-duanya,” tambah Yanuar.
           Menurutnya, strategi itu hanya akan menenangkan situasi
sesaat tanpa menyentuh inti masalah, yaitu keretakan kepercayaan
publik. “Memang strategi ini bisa menenangkan sesaat, tapi tidak bisa
menyentuh akar masalah yaitu tadi kepercayaan publik yang sudah
terlanjur retak tadi, rasa keadilan yang sudah terlanjur cedera,”
katanya.
         Yanuar menambahkan, pemerintah juga perlu mengubah pendekatan
dari koersif menjadi akuntabel. Ia menilai Presiden harus menunjukkan
tanggung jawab langsung atas jatuhnya korban dalam demonstrasi.
         “Pendekatan yang dipilih pemerintah sementara ini adalah
pendekatan koersif, bukan pendekatan akuntabilitas, maka jadinya
seperti itu. Padahal sebenarnya Presiden bisa mengambil peran yang
jauh lebih mendasar, transparan, akuntabil. Sampai sekarang belum saya
dengar sepatah kata maaf itu enggak ada dari Presiden. Jadi mestinya
dia itu minta maaf. Itu nomor satu,” katanya.
         Ia juga mendesak investigasi independen atas kematian warga
sipil akibat dugaan penggunaan kekerasan berlebihan aparat. “Kematian
warga sipil karena penggunaan kekerasan berlebihan itu mesti dilakukan
secara independen. Tidak bisa polisi diminta memerintahkan,
menginvestigasi anggotanya itu tidak bisa. Mestinya Komnas HAM,
Ombudsman, itu mesti diajak. Mesti yang ditugaskan Presiden,” kata
Yanuar.
         Menurutnya, pengakuan negara untuk melindungi, bukan melukai
warga, merupakan fondasi awal sebelum melakukan koreksi kebijakan yang
menjadi pemicu maupun akar persoalan. “Presiden itu mesti mau
melakukan pengakuan terbuka bahwa negara itu bertanggung jawab
melindungi warga, bukan melukai mereka. Yang penting itu pengakuannya.
Itu adalah langkah yang amat mendasar, yaitu dia committed untuk
melakukan koreksi kebijakan, baik yang jadi pemicu, yaitu tunjangan
DPR, penghematan, pajak, dan lain-lain. Tapi juga kebijakan yang
menjadi akar persoalan ketidakadilan tadi,” ujarnya, tulis cnni.
(dika-01)

About The Author

Harian Dialog

See author's posts

Views: 304

Post navigation

Previous: Presiden RI Prabowo Subianto: Berdialog dan Mendengar Kritik Serta Aspirasi
Next: Warga Kembalikan Jam Tangan Milik Sahroni

Related Stories

  • Nasional

Penyadapan Ilegal oleh Eks Kapolri Tindakan Makar

Harian Dialog November 6, 2026
  • Nasional

Ka Bakom RI Syahganda Nainggolan: Pemerintah Akan Melawan Tindakan Mengarah ke Makar

Harian Dialog November 6, 2026
  • Nasional

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman: “Mau Geng Solo, Geng Oslo “Ya Hukum

Harian Dialog November 5, 2026

Berita Lainnya

1000030907
  • Berita Daerah

Polda Jabar Gelar Sosialisasi SPIP Terintegrasi dan Asistensi Manajemen Risiko untuk Perkuat Pengawasan Internal

Harian Dialog November 7, 2026
1000030971-1024x768.jpg
  • Kesra

Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Harian Dialog November 7, 2026
  • Politics

Padahal Telah Bayar Denda Rp.223,4 Miliar : Mantan PM Malaysia Batal Tahanan Rumah

Harian Dialog November 6, 2026
  • Nasional

Penyadapan Ilegal oleh Eks Kapolri Tindakan Makar

Harian Dialog November 6, 2026

Olahraga

1000030651
  • Olahraga

Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 Sebagai Silaturahmi dan Hidup Sehat Media Olahraga

Harian Dialog November 6, 2026
192 Peserta dari 44 Media Ramaikan KBAM Zona Barat 2026 c62d2900-65d4-4ee2-a9db-c49fd3061aa4
  • Olahraga

192 Peserta dari 44 Media Ramaikan KBAM Zona Barat 2026

November 3, 2026
Kick Off HPN 2027: PWI Pusat Dukung Penuh Marathon di Lampung
  • Olahraga

Kick Off HPN 2027: PWI Pusat Dukung Penuh Marathon di Lampung

November 3, 2026

Kesehatan

8880886e-ade0-4dae-917a-38517d394a4e
  • Kesehatan

Deli Serdang Temukan 2.525 Kasus TB dalam Tiga Bulan, Bupati Minta Hasil Pemeriksaan Ditindaklanjuti

Harian Dialog November 4, 2026
BlueScope Salurkan Donasi untuk Komunitas Kanker
  • Kesehatan

BlueScope Salurkan Donasi untuk Komunitas Kanker

November 3, 2026
Indonesia Penyumbang Pasien Asing Berobat ke Johor
  • Kesehatan

Indonesia Penyumbang Pasien Asing Berobat ke Johor

November 2, 2026

Teknologi

1000027422
  • Techonology

Menkomdigi Ajak Anak Muda Jadi Pemimpin Digital, Bukan Hanya Pengguna Teknologi

Harian Dialog Oktober 31, 2026
Jakarta, hariandialog.co.id – Indonesia tidak hanya membutuhkan talenta digital, tetapi juga pemimpin digital. Menteri Komunikasi dan Digital...
Baca Selengkapnya Read more about Menkomdigi Ajak Anak Muda Jadi Pemimpin Digital, Bukan Hanya Pengguna Teknologi
Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Telekomunikasi Kembangkan AI 1000026717
  • Techonology

Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Telekomunikasi Kembangkan AI

Oktober 29, 2026
IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max 5e9c4c2f-04ef-434a-92fa-0bc763032e86
  • Techonology

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

Oktober 20, 2026
  • Techonology

Oktober 19, 2026
Era Digital, SMPN 7 Kota Cirebon Tumbuhkan Kepercayaan Publik Lewat Medsos 9cf4fcec-f390-46ca-b9a8-e5345295ac6a
  • Techonology

Era Digital, SMPN 7 Kota Cirebon Tumbuhkan Kepercayaan Publik Lewat Medsos

Oktober 12, 2026

Kesra

1000030971-1024x768.jpg
  • Kesra

Kapolresta Deli Serdang Bersama PJU Laksanakan Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Harian Dialog November 7, 2026
Wakapolda Jabar Shalat Jumat Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat 1000030726
  • Kesra

Wakapolda Jabar Shalat Jumat Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat

November 6, 2026
Kapolda Sumut Resmikan Gereja Oikumene dan Perkuat Sinergi Polri-Masyarakat, Perang Narkoba Jadi Prioritas 1000029858
  • Kesra

Kapolda Sumut Resmikan Gereja Oikumene dan Perkuat Sinergi Polri-Masyarakat, Perang Narkoba Jadi Prioritas

November 4, 2026

Pendidikan

0ca6943e-9314-454e-9064-153046bbde44
  • Pendidikan

Kapolresta dan Wakapolresta Deli Serdang Turun ke Sekolah, Sampaikan Pesan Kamtibmas Melalui Program Polidik

Harian Dialog November 3, 2026
Dua Pelajar Jakarta Timur Terpilih Ikuti International Youth Exchange Japan Red Cross di Tokyo 04bb0006-9d72-4afa-91a0-73f625b7fbf7
  • Pendidikan

Dua Pelajar Jakarta Timur Terpilih Ikuti International Youth Exchange Japan Red Cross di Tokyo

November 2, 2026
Polisi Bersahabat Dengan Siswa SD 7969b4f7-d02b-4b80-8764-6500d22e0ac8
  • Pendidikan

Polisi Bersahabat Dengan Siswa SD

Oktober 26, 2026
  • Kontak Kami
  • Pedoman Pemberitaan
Copyright Harian Dialog Online © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.